Stargazer Cartenz menjadi primadona di booth Hyundai pada GIIAS 2025. (Dinarsa Kurniawan/JawaPos.com)
JawaPos.com-Industri otomotif nasional diperkirakan belum sepenuhnya pulih sepanjang 2025. Penjualan kendaraan roda empat pada semester I tercatat mengalami perlambatan sekitar 10 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan mobil (wholesales) Januari–Juni 2025 mencapai sekitar 394 ribu unit, turun dibandingkan capaian 437 ribu unit pada semester I 2024.
Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto mengakui, pasar otomotif tahun ini mengalami dinamika yang cukup tajam. Menurutnya, momentum penjualan pada awal tahun sempat terbantu ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) dan momen Lebaran.
”Pasar otomotif Indonesia kan memang ada beberapa momentum. Jadi kalau awal tahun itu kan kita punya momentum di IIMS dan Lebaran. Di dua kesempatan itu mungkin di IIMS sendiri secara pencapaian cukup baik lah pada saat itu. Walaupun kita kurangi booth size-nya, tapi secara penjualan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya, saat Jawa Pos mengunjungi kantor HMID di Jakarta, belum lama ini.
Namun, tren berbeda terlihat setelah Lebaran. Fransiscus menilai pasar justru kehilangan dorongan signifikan pada periode tersebut. “Terus kemudian kita lihat Lebaran kok kayaknya momentumnya agak turun gitu. Nah, sehingga semester 1 itu kita lihat market turunnya 10 persen,” bebernya.
Meski begitu, Hyundai tetap menanti momentum semester II yang kerap menjadi periode penopang penjualan tahunan. Fransiscus menyebut ada dua faktor utama yang diharapkan mendongkrak pasar, yakni ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) dan program diskon akhir tahun. ”Nah, sehingga semester 1 itu kita lihat market turunnya 10 persen. Ada dua momentum lagi yang kita tunggu sebelumnya semester 2. Nah, yaitu di GIIAS sama satu lagi nanti untuk yang penjualan akhir tahun,” urainya.
Menurut Fransiscus, hasil GIIAS 2025 memang memperlihatkan penurunan penjualan hampir di semua merek, termasuk produsen besar asal Jepang. “Kalau kita lihat evaluasi GIIAS, rata-rata sih hampir kita bilang semua model apalagi pemain-pemain yang sudah lama termasuk Japanese maker itu mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu,” ungkapnya.
Lebih jauh, Hyundai menilai penurunan penjualan pada sejumlah momentum memperlihatkan kondisi riil permintaan pasar. Fransiscus menaksir pasar otomotif tahun ini kemungkinan berada di kisaran 720–750 ribu unit. Angka itu lebih rendah dari target Gaikindo yang masih dipatok 800 ribu unit.
”Poinnya apakah benar ada fenomena rojali, rohana, dan sebagainya. Kita melihat penurunan-penurunan ini akan mencerminkan berapa sih kira-kira pesannya pasar otomotif di Indonesia. Taksiran kita mungkin sekitar 735 ribu, walaupun Gaikindo tetap targetnya 800 ribu,” pungkas Fransiscus. (*)

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
