
Toyota New bZ4X yang ditampilkan di booth Toyota pada pembukaan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS 2025), di ICE BSD City Tangerang, Banten, Rabu (23/7/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Penjualan mobil listrik di Indonesia mengalami penurunan pada Mei 2025. Berdasarkan data Gaikindo, hanya 6.334 unit kendaraan listrik yang terjual. Angka itu turun pada April yakni, 7.690 unit.
Panggung global, tren justru bergerak sebaliknya, Tiongkok mencatat lonjakan penjualan 28 persen dengan 1,11 juta unit dan Eropa naik 23 persen mencapai sekitar 390.000 unit dibanding bulan yang sama tahun lalu.
Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar, Mengapa pasar domestik justru melambat ketika adopsi kendaraan listrik di dunia semakin menggeliat?
Menurut National Sales Manager Passenger Car Radial (PCR) dari Hankook Tire Sales Indonesia Apriyanto Yuwono, terletak pada minimnya edukasi. “Masih banyak masyarakat yang punya persepsi keliru tentang mobil listrik maupun ban yang digunakan,” ujar dia melalui catatannya kepada JawaPos.com.
Padahal, pemahaman yang tepat bisa membuat calon konsumen lebih percaya diri beralih ke mobil ramah lingkungan ini.
Hankook Tire sebagai produsen ban global menilai penting untuk meluruskan sejumlah kesalahpahaman soal kendaraan listrik. Salah satunya, anggapan bahwa mobil listrik tidak bisa melintasi genangan air.
Faktanya, selama ketinggian air tidak menutupi ban, mobil listrik aman melintas karena sudah dilengkapi sistem kelistrikan terisolasi dan baterai bersertifikasi IP yang tahan air dan debu.
Mitos lain yang tak kalah populer adalah isu mobil listrik mudah terbakar. Ini berkaitan dengan kekhawatiran soal baterai lithium yang rentan overheating.
Namun, menurut data National Fire Protection Association (NFPA), tingkat kebakaran mobil listrik jauh lebih rendah dibanding mobil bensin—hanya 25 kasus per 100.000 unit, sementara mobil bensin mencatat hingga 1.500 kasus.
Lalu soal jarak tempuh yang dianggap minim, kini sudah tak relevan. Berkat kemajuan teknologi, banyak EV modern mampu menempuh jarak 300–500 km dalam sekali cas, cukup untuk perjalanan Jakarta ke Semarang lewat jalan tol. Ketersediaan SPKLU yang makin luas juga mendukung mobilitas jarak jauh makin praktis.
Satu lagi hal penting yang kerap luput dari perhatian: ban mobil listrik ternyata berbeda dari ban mobil biasa. Bobot EV yang rata-rata 30 persen lebih berat dan torsi instan saat kendaraan bergerak membutuhkan ban dengan spesifikasi khusus, mulai dari daya cengkeram lebih tinggi hingga teknologi peredam suara.
Hankook sendiri memiliki seri ban khusus EV yakni iON Series. Untuk kendaraan sedan dan SUV besar, ada Hankook iON Evo dan iON Evo SUV, yang dilengkapi teknologi Grip Boost untuk kestabilan ekstra saat menikung.
Sedangkan untuk mobil listrik kompak, tersedia iON GT dan iON GT SUV yang menawarkan traksi optimal di jalan basah berkat teknologi ProGrip dan penggunaan material ramah lingkungan.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
