
Deretan mobil listrik Neta di pameran GIIAS 2023, di ICE BSD, Tangerang Selatan.
JawaPos.com - Dalam beberapa tahun terakhir Hozon New Energy Automobile Co, Ltd (Hozon New Energy) yang merupakan perusahaan induk Neta menghadapi rintangan berkala akibat persaingan ketat disektor energi baru.
Terkait hal ini Hozon New Energy menyampaikan sejumlah rencana terkait restrukturisasi yang dimulai pada hari ini serta sejumlah proyek di masa depan di tengah isu penjualan yang menurun.
Dalam keterangan resminya, Sabtu (14/6) Hozon New Energy mengambil langkah restrukturisasi perusahaan. Hal ini dilakukan untuk menyelesaikan krisis utang melalui prosedur hukum, memperkenalkan sumber daya strategis serta mengoptimalkan sistem manajemen, dan membuka jalur baru untuk pembangunan keberlanjutan perusahaan.
Sebagai merek yang sempat menduduki puncak tangga penjualan di antara kekuatan baru dengan penjualan tahunan sebesar 152.000 kendaraan Hozon New Energy mengklaim masih memiliki akumulasi teknologi inti dan nilai pasar.
"Tujuan utama restrukturisasi ini untuk memastikan produksi, menstabilkan pengiriman, dan melindungi hak dan kepentingan," tulis dalam pernyataan resmi Neta.
Sebagai informasi Hozon New Energy melakukan restrukturisasi saat perusahaan sedang bergulat dengan penurunan penjualan, bebang utang, dan masalah rantai pasokan yang mengakibatkan hambatan operasional.
Langkah ini merupakan tindakan penyelamatan diri yang aktif dan dipimpin oleh pemerintah China serta diawasi Pengadilan Menengah Rakyat Jiaxing di Provinsi Zhejiang.
Dikatakan bahwa perusahaan akan direvitalisasi melalui optimalisasi utang, perbaikan manajemen, dan suntikan modal.
"Restrukturisasi dipimpin oleh lembaga-lembaga profesional untuk memastikan perlindungan hak dan kepentingan kreditor, karyawan, dan pemilik mobil sesuai dengan hukum. Perusahaan juga akan memprioritaskan penyelesaian utang rantai pasokan dan masalah layanan pemilik mobil serta meminimalisir kerugian," tulis dalam pernyataannya.
Perusahaan tersebut akan bekerja sama dengan likuidator untuk mengumpulkan modal industri yang berinvestasi dalam perusahaan. Nantinya dana tersebut akan digunakan untuk memulihkan produksi, melakukan penelitian dan pengembangan teknis, serta memperluas pasar tradisional.
Selain itu, tim manajemen akan dioptimalkan dan direformasi. CEO baru akan ditunjuk oleh seorang eksekutif senior yang berpengalaman memimpin perusahaan otomotif internasional. Ini untuk meningkatkan profesionalitas struktur tata kelola perusahaan.
Rencanannya pabrik di Tongxiang akan kembali beroperasi selama enam bulan ke depan dengan fokus pada jaminan pengiriman pesanan yang ada. Sistem dealer akan memastikan transisi yang stabil melalui pertukaran utang dan ekuitas dan dukung finansial.
Sementara untuk pasar luar negeri, perusahaan memastikan restrukturisasi tidak akan berdampak pada bisnis di mancanegara.
"Perjanjian jaminan telah ditandatangani untuk kerja sama dengan dealer luar negeri dan pasokan suku cadang, dan jaringan layanan purna jual beroperasi penuh," tulis dalam pernyataan tersebut.
Selain itu pihak perusahaan juga menjamin hak dan kepentingan konsumen dengan memprioritaskan dukungan purnajual, peningkatan OTA, dan pasokan aksesori untuk semua model Neta. Sistem kendaraan serta layanan aplikasi juga dipastikan tetap beroperasi normal.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
