
Maka Cavalry. (JawaPos.com/Nanda Prayoga)
JawaPos.com - Belum jelasnya kepastian pemerintah atas keputusan pemberian insentif sepeda motor listrik akan menunda potensi besar pasar kendaraan listrik nasional.
Para produsen motor listrik sangat mengharapkan pemerintah dapat memberikan kejelasan mengenai kelanjutan subsidi ini pada semester pertama tahun 2025. Hal ini demi menjaga keberlangsungan pertumbuhan industri dan memberikan kepastian bagi konsumen.
Bahkan salah satu produsen sepeda motor listrik yaitu Maka Motors mendukung regulasi TKDN yang ditujukan untuk memajukan industri otomotif nasional. Hal ini bisa dilihat mulai dari proses R&D yang 100% dilakukan di Indonesia.
Mulai dari semua SDM, penggunaan rantai pasok lokal, sampai pembangunan pabrik dan perakitan yang dilakukan di dalam negeri. Sehingga, saat ini TKDN Maka Motors sudah sesuai dengan requirement dari pemerintah.
Namun dengan adanya wacana relaksasi TKDN dan dibukanya keran ekspor bagi negara lain akan berdampak terhadap industri otomotif, termasuk di dalamnya sepeda motor listrik. Karena ini berpotensi diserbu produk dari luar negeri dengan harga yang lebih murah.
Seperti yang diketahui saat ini pasar sepeda motor listrik produk dari luar negeri dengan harga yang lebih murah sudah masuk ke pasar Indonesia sejak beberapa tahun terakhir, contohnya brand-brand dengan pangsa pasar besar di Tiongkok.
"Meskipun produk dari luar negeri dengan harga yang lebih murah sudah tersedia di pasar Indonesia, penetrasi penjualan sepeda motor listrik di Indonesia masih sangat rendah, yaitu hanya 1% dari seluruh penjualan motor yang mencapai >6 juta unit," ujar CEO & Founder Maka Motors, Raditya Wibowo.
Raditya menambahkan bahwa ini menunjukkan bahwa konsumen tidak hanya mencari motor listrik yang murah, tetapi mereka mencari motor listrik yang memberikan kualitas dan pengalaman berkendara yang setara atau bahkan lebih baik dari motor bensin yang sekarang mereka pakai.
"Kami punya produk yaitu Maka Cavalry yang menjadi produk pertama dari Maka Motors yang mengusung semboyan Motor Paling Enak," ujarnya.
Raditya menegaskan pihaknya mendorong pemerintah untuk segera memberikan kejelasan mengenai program insentif pembelian sepeda motor listrik, agar masyarakat tidak menahan-nahan pembelian dan membantu mempercepat adopsi kendaraan listrik.
Di sisi lain ketidakpastian yang berkepanjangan terkait insentif pembelian sepeda motor listrik ini tidak hanya berdampak terhadap pelaku industri.
Tapi justru masyarakat lah yang akan merasakan kerugian paling besar karena potensi penghematan biaya transportasi sehari-hari menjadi tertunda, padahal hal ini bisa dialokasikan untuk kebutuhan hidup lainnya.
Bila mengacu dari rencana pemerintah terkait percepatan adopsi kendaraan listrik, ini akan membantu pemerintah dalam mengurangi pengeluaran subsidi BBM.
Secara pararel juga akan memajukan industri kendaraan listrik dalam negeri, serta meningkatkan daya beli masyarakat.
Pasalnya mereka bisa berhemat dengan tidak harus membeli BBM di tengah kenaikan harga-harga barang yang mungkin ditimbulkan oleh perang tarif dan ketidakpastian kondisi politik serta ekonomi global.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
