
Ilustrasi mengisi bahan bakar. (istockphoto.com)
JawaPos.com - Dalam dunia otomotif, pemilihan bahan bakar tidak bisa dianggap sepele karena jenis oktan yang digunakan dapat memengaruhi performa dan ketahanan mesin. Tiga kategori utama bahan bakar berdasarkan angka oktan yang umum ditemukan di SPBU adalah bensin reguler, midgrade, dan premium, masing-masing memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda.
Bensin reguler, dengan angka oktan sekitar 87, merupakan jenis bahan bakar yang paling banyak digunakan oleh kendaraan harian berperforma standar. Karena harga yang lebih terjangkau, bensin ini cocok untuk mobil-mobil keluarga atau kendaraan yang tidak memiliki kompresi mesin tinggi.
Sementara itu, bensin midgrade memiliki angka oktan antara 89 hingga 90, dan sering menjadi pilihan bagi kendaraan dengan kebutuhan tenaga yang sedikit lebih besar. Meski tidak sepopuler reguler, midgrade menjadi opsi alternatif bagi pengguna yang ingin meningkatkan performa mesin tanpa harus menggunakan bensin premium.
Bensin premium hadir dengan angka oktan tinggi, umumnya antara 91 hingga 94, yang dirancang untuk kendaraan berperforma tinggi seperti mobil sport atau mesin turbo. Penggunaan bahan bakar ini membantu mencegah terjadinya detonasi atau "knocking" pada mesin dengan kompresi tinggi.
Beberapa produsen otomotif bahkan secara eksplisit menyarankan atau mewajibkan penggunaan bensin premium untuk menjaga efisiensi dan daya tahan mesin. Jika kendaraan dengan spesifikasi tersebut menggunakan bensin beroktan lebih rendah, risiko kerusakan mesin bisa meningkat.
Menariknya, meskipun bensin premium lebih mahal, banyak pengguna kendaraan biasa yang tetap mengisinya dengan harapan dapat meningkatkan performa. Padahal, jika mesin tidak dirancang untuk premium, manfaatnya bisa sangat minim atau bahkan tidak ada sama sekali.
Setiap SPBU juga memberi nama yang berbeda untuk masing-masing jenis bahan bakar ini, seperti Pertalite, Pertamax, atau Super, namun yang membedakan tetaplah angka oktan di balik label tersebut. Oleh karena itu, penting bagi pengguna untuk melihat label oktan yang tercetak jelas di dispenser pompa bensin sebelum memilih jenis bahan bakar.
Selain dari sisi performa, pemilihan bahan bakar berdasarkan angka oktan juga memengaruhi konsumsi bahan bakar dan tingkat emisi kendaraan. Bahan bakar beroktan tinggi memungkinkan pembakaran lebih efisien pada mesin tertentu, yang berdampak pada konsumsi BBM dan tingkat polusi yang dihasilkan.
Dengan memahami jenis-jenis bahan bakar berdasarkan angka oktan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan mesin, pemilik kendaraan dapat mengoptimalkan kinerja sekaligus memperpanjang umur kendaraan mereka. Kesalahan dalam memilih bahan bakar bisa berujung pada penurunan efisiensi atau bahkan kerusakan komponen mesin dalam jangka panjang. (*)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
