
Petugas evakuasi kendaraan roda empat di Gerbang Tol Ciawi, Kota Bogor, Jawa Barat. (Sofyansyah / Radar Bogor)
JawaPos.com - Truk pengangkut air galon mengalami kecelakaan beruntun di Gerbang Tol (GT) Ciawi 2, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Selasa malam (4/2), sekitar pukul 23.30.
Ada beberapa fakta di balik insiden nahas tersebut. Di antaranya, kecelakaan dipicu oleh rem truk pengangkut air galon blong. Truk menabrak enam mobil lainnya. Akibatnya, delapan orang dinyatakan meninggal dan sebelas lainnya mengalami luka-luka.
Adapun kecelakaan terjadi ketika truk tronton mengalami rem blong saat mendekati GT Ciawi 2. Truk tersebut menabrak lima minibus yang sedang mengantre di gerbang tol. Selain itu, tiga mobil terbakar di lokasi kejadian. Akibat insiden ini, GT Ciawi 2 ditutup sementara. Penutupan untuk proses evakuasi dan investigasi lebih lanjut.
"Menyikapi kejadian ini, kita tengah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian setempat untuk mengumpulkan data dan kronologis untuk tindak lanjut pembinaan dengan mengundang semua pihak terkait guna mengantisipasi kejadian berulang di masa mendatang," ungkap Plt Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Ahmad Yani di Jakarta, Rabu (5/2).
"Kemudian kami juga akan terus melakukan pembinaan terhadap pengemudi melalui diklat pengemudi terutama terkait tata cara mengemudi yang benar serta tata cara pengecekan rem sebelum melakukan perjalanan," imbuhnya lagi.
Berikut penyebab umum rem blong pada truk, antara lain:
1. Truk Komersial Menggunakan Rem Udara
Truk komersial menggunakan sistem rem udara (air brakes) untuk mengontrol kecepatan dan berhenti dengan aman. Sistem ini bekerja dengan memanfaatkan udara bertekanan yang menggerakkan piston dalam rem untuk menekan drum atau rotor.
Rem udara dipilih karena lebih andal dibandingkan rem hidrolik pada kendaraan besar. Rem udara mampu menangani beban berat dan memberikan daya pengereman yang konsisten. Kekuatan itu juga bisa diandalkan di medan berat. Sistem ini juga dirancang untuk tetap berfungsi meski terjadi kebocoran udara kecil, menjadikannya lebih aman dalam kondisi tertentu.
2. Kegagalan Rem Udara
Kegagalan pada rem udara dapat mengakibatkan kecelakaan serius karena truk dan bus kehilangan kemampuan untuk melambat atau berhenti. Beberapa penyebab kegagalan rem udara meliputi kebocoran pada saluran udara, kerusakan kompresor, atau overheat akibat pengereman berlebihan.
Ketika sistem pengereman gagal, kendaraan bisa melaju tanpa kendali, terutama di jalan menurun. Kondisi itu meningkatkan risiko tabrakan dengan kendaraan lain atau objek di sekitar.
3. Rem Rusak atau Tidak Terawat dengan Baik
Rem yang rusak atau tidak dirawat dengan baik adalah penyebab utama kecelakaan truk dan bus. Komponen seperti bantalan rem, drum, atau selang udara yang aus atau kotor dapat mengurangi efektivitas pengereman.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
