
Kecelakaan beruntun di Gerbang Tol Ciawi 2 pada Selasa tengah malam (4/2). (Istimewa)
JawaPos.com - Aparat kepolisian belum bisa menyimpulkan penyebab kecelakaan beruntung di Gerbang Tol Ciawi 2 pada Selasa tengah malam (4/2). Korlantas Polri bersama Polda Jawa Barat (Jabar) masih melakukan pendalaman atas insiden berdarah yang menyebabkan delapan korban meninggal dunia tersebut.
Selain mengirim Tim Traffic Accident Analysis, mereka juga sudah mengamankan sejumlah rekaman Closed Circuit Television (CCTV) di lokasi kecelakaan itu.
Kakorlantas Polri Brigjen Pol Agus Suryo Nugroho menyampaikan bahwa kesimpulan sementara pasca kecelakaan tersebut bakal disampaikan setelah mereka melakukan gelar perkara awal.
”Korlantas Polri dengan Polda Jawa Barat akan melakukan penyelidikan, akan mendalami diduga akibat apa berkaitan dengan peristiwa tersebut,” kata jenderal bintang satu tersebut. Selain delapan korban meninggal dunia, insiden tersebut menyebabkan sebelas korban luka.
Dia mengaku pihaknya masih mendalami penyebab kecelakaan tersebut. Sejauh ini ada tiga dugaan awal. Yakni sopir truk mengantuk, truk mengalami rem blong, atau truk melaju dengan kecepatan tinggi hingga tidak terkendali.
”Tentunya kami akan melakukan evaluasi gelar awal, akan kami simpulkan diduga peristiwa tersebut apakah kecepatan tinggi, apakah mengantuk, apakah rem blong. Nanti akan disimpulkan pada saat kami melakukan gelar,” terang dia.
Menurut Agus, ada banyak hal yang bakal didalami. Termasuk hasil analisis dari Tim TAA. Kemudian keterangan para saksi yang sudah dapat diambil. Serta hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
”Traffic Accident Analysis akan menganalisa sebelum peristiwa kecelakaan, sesaat, dan setelah itu nanti bisa digambarkan dari tiga dimensi. Nanti akan kami sampaikan,” imbuhnya. Termasuk rekaman CCTV yang juga sudah diamankan oleh aparat kepolisian.
Secara keseluruhan ada enam kendaraan terlibat dalam kecelakaan tersebut. Termasuk diantaranya satu truk bernomor polisi B 9235 PYE. Selain itu ada lima minibus Avanza bernomor B 1381 BEY, Inovasi B 2612 TRX, Avanza (terbakar), Avanza (terbakar), dan Avanza F 1626 TZ. Selain pengemudi dan penumpang enam kendaraan tersebut, data mencatat beberapa korban berasal dari petugas PT Jasa Marga.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
