JawaPos.com - Di media sosial sedang ramai unggahan video yang memperlihatkan konten mengikuti bus yang sedang melaju dalam kecepatan tinggi. Mobil yang sedang dikendarai tampak mengekor di belakang bus dengan jarak yang terbilang dekat.
Dalam video yang mulanya diunggah oleh akun Instagram @danielchtarigan itu menggambarkan situasi pengendara mobil membuntuti atau mengekor bus yang sedang melaju. Pengunggah mengatakan, hal itu ia lakukan karena bensin mobil yang ia kendarai hampir habis saat melakukan perjalanan di jalan tol.
Lantas, benarkah demikian? Apa iya mengekor bus atau kendaraan lain yang sedang melaju bisa biki kendaraan di belakangnya jadi hemat BBM? Berikut penjelasannya.
Kondisi demikian istilah teknisnya adalah slipstream. Slipstream adalah teknik 'nyolong angin' yang mulanya biasa dilakukan kendaraan balap baik mobil atau motor. Teknik demikian memang bisa membuat kendaraan di belakangnya jadi lebih hemat BBM.
Sebenarnya slipstream adalah sebuah kantong udara bertekanan rendah yang terletak di belakang kendaraan ketika bergerak. Tekanan udara yang lebih rendah tersebut diakibatkan adanya perubahan arah angin dan gesekan udara dari dorongan kendaraan saat bergerak.
Biasanya bentuk sebuah kendaraan yang bergerak tersebut akan mempengaruhi aerodinamik slipstream yang berbeda beda pula. Seperti sudah disinggung di atas, slipstream seringkali disebut sebagai teknik mencuri angin.
Di mana sang pengendara mencuri angin dari kendaraan depannya atau pengendara memanfaatkan area dengan tekanan udara lebih rendah yang dihasilkan dari kendaraan depan.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, jika pengertian slipstream dan cara melakukannya paling sering diterapkan pada balapan. Hal ini memang sangat menguntungkan untuk menyalip kendaraan di depannya.
Teknik slipstream ini memang bisa memperkecil gaya. Karenanya, kendaraan di belakangnya yang mencuri angin bisa bergerak lebih cepat, atau sama cepatnya dengan sedikit usaha, termasuk bahan bakar.
Kendaraan di belakangnya tak perlu banyak usaha untuk membelah angin seperti kendaraan di depannya. Dengan usaha yang lebih sedikit, hambatan aerodinamis yang lebih kecil, berpengaruh terhadap usaha atau kinerja mesin yang jadi lebih ringan, walau tidak signifikan.
Perlu digarisbawahi bahwa teknik satu ini sangat berbahaya bila keseringan diterapkan apalagi jika tidak berada di area balapan. Sayangnya, hal ini seringkali disepelekan oleh sebagian pengendara. Mereka beralasan jika dengan melakukan slipstream, ia bisa melajukan kendaraan dengan optimal.
Umumnya, para pembalap akan mengikuti kendaraan depannya dengan memanfaatkan tekanan udara lebih rendah demi mengurangi hambatan. Sekilas, teknik slipstream tampak layaknya membuntuti atau drafting pembalap depan.
Bila ada momen yang tepat, maka pembalap di belakangnya akan mengambil keuntungan untuk menyalip pengendara di depannya dengan lebih gampang. Sebenarnya pengertian slipstream dan cara melakukannya bisa dilaksanakan dengan cara yang lebih mudah, di mana pengendara belakang akan membuntuti atau mengikuti kendaraan depan.
Dengan begitu, pengendara belakang akan mendapatkan drag atau hambatan yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan kendaraan di depannya.
Tekanan udara pengendara depan akan lebih banyak dibandingkan belakangnya, dan udara tersebut akan menyisakan tekanan yang lebih rendah untuk pengendara belakang. Sehingga ia bisa melaju lebih optimal karena hambatan lebih kecil.
Karena inilah, kendaraan belakang di jalur lurus dapat melaju lebih cepat dan bisa digunakan sebagai momen untuk menyalip. Tak hanya itu saja, teknik slipstream pula dapat diterapkan tatkala berkendara di jalanan biasa.
Bahkan hal ini pernah dilakukan percobaan pada salah satu test drive, di mana terdapat sebuah mobil yang melaju di belakang truk. Alhasil, konsumsi bahan bakar pada mobil jauh lebih rendah dibandingkan mobil lainnya yang tidak melakukan cara serupa.
Meski begitu, dikala Anda menerapkan pengertian slipstream dan cara melakukannya ini, alangkah baiknya bila dilakukan dengan hati hati. Karena sudah sering terjadi kecelakaan yang dapat membahayakan pengendara dengan teknik slipstream.