JawaPos.com - Pernah mendengar istilah titik buta atau blind spot? Apa yang Anda ketahui tentang istilah tersebut? Semua jenis kendaraan baik yang memiliki roda dua maupun lebih pasti memiliki area pandangan yang tidak kasat mata oleh si pengemudi dan itulah yang disebut titik buta.
Titik buta ini merupakan sebuah istilah akrab yang seringkali dilupakan oleh para pengemudi. Parahnya lagi, banyak dari kita yang sehari-hari berada di jalan raya pasti juga tidak mengetahui blind spot ini.
Blind spot adalah titik buta yang terdapat dalam setiap kendaraan dimana pengendara atau pengemudi tidak dapat melihat suatu area pandang tertentu. Seberapa pentingkah titik buta dalam berkendara? Sangat penting, karena titik buta juga masuk dalam jajaran penyebab tingginya kecelakaan lalu lintas.
Meski istilahnya sudah cukup sering terdengar, itu tadi, banyak pengendara yang mengabaikan keberadaan titik buta ini. Para pengemudi atau pengendara yang mengalami kecelakaan lalu lintas, kebanyakan dari mereka mengaku karena kurang memperhatikan keberadaan kendaraan lain di sekitarnya.
Sebagai informasi, titik buta antara satu kendaraan dengan kendaraan lain berbeda-beda. Mengapa setiap kendaraan memiliki blindspot yang berbeda? Hal ini berkaitan dengan banyak faktor.
Beberapa faktor yang menyebabkan adanya perbedaan titik buta adalah jangkauan spion yang cukup terbatas, muatan yang dibawa menghalangi pandangan, dan desain kendaraan yang juga berbeda-beda. Setiap pengemudi sudah seharusnya memperhitungkan titik butanya masing-masing.
Soal blind spot, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI)
Sony Susmana juga mengamini kalau faktor tersebut sering menjadi penyebab kecelakaan. Pakar keselamatan berkendara itu mengingatkan, para pengemudi khususnya mobil untuk senantiasa memperhatikan blind spot mereka.
Hal tersebut menjadi respons atas kecelakaan yang terjadi di Jalan Kamal Muara Raya arah Utara, tepatnya di dekat turunan jembatan Kamal, Penjaringan, Jakarta Utara. Peristiwa itu terjadi lantaran truk tak kuat menanjak di kawasan tersebut lantas kontainernya menimpa sebuah mobil Hyundai Creta.
"Blindspot itu terbentuk dari eksternal dan internal. Blindspot eksternal bisa dimaksimalkan dengan menjaga jarak atau tidak terlalu dekat dan menjaga kecepatan. sementara blindspot internal seperti rangka atau pilar-pilar pada kendaraan dan kaca film," kata Sony dihubungi JawaPos.com, Kamis (13/6).
Sony melanjutkan, blind spot bisa diatasi dengan beberapa cara. Tujuannya itu tadi, untuk memastikan kendaraan kita aman, begitu juga dengan kendaraan di sekitar kita.
Pertama, bisa disiasati dengan cara mengatur posisi duduk. "Atur sampai menurut kita sempurna. Sehingga mata bisa menjangkau maksimal keluar kabin mobil," lanjut Sony.
Kedua, menjaga jarak aman. Ini sangat penting. Sebab, percuma kalau sudah mengatur posisi mengemudi yang baik tapi tetap tidak menjaga jarak aman kendaraan.
"Posisi duduk yang sempurna mampu mengantisipasi blind spot, tapi tetap dengan cara menjaga jarak sehingga visibilitas bisa maksimal," tegas Sony.
Terakhir, atur kecepatan dengan saksama. Jika macet, pelan saja, sembari tetap menjaga jarak aman. Sementara jika situasi lalu lintas ramai, kurangi kecepatan tapi tidak dengan spontan. Tetap ikuti irama sekitar.
"Mengatur dan mengurangi kecepatan jika terlalu dekat juga perlu diperhatikan. Intinya tetap pantau situasi di sekitar kita, duduk dengan posisi bisa melihat keluar kabin, mengemudi aman dan menjaga jarak aman," tandas Sony.