Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Juni 2024 | 16.53 WIB

Proses Bisa Lebih Cepat, Hyundai Sabet Sertifikasi AEO dari Ditjen Bea dan Cukai

Pabrik Hyundai - Image

Pabrik Hyundai

JawaPos.com - Hyundai di Indonesia terus menunjukkan keseriusannya dalam membangun ekosistem dan jaringan otomotifnya. Keseriusan tersebut salah satunya bisa dilihat dari PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) dapatkan sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO) dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementrian Keuangan (Kemenkeu).

Sertifikasi ini diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Askolani, baru-baru ini. "Kami berterima kasih pada Ditjen Bea dan Cukai atas kepercayaan yang diberikan untuk Hyundai Motor Manufacturing Indonesia. Semoga sertifikasi ini bisa membuat produktivitas pabrik kami lebih baik lagi sehingga pelayanan pada konsumen bisa lebih optimal," jelas Presiden Direktur Hyundai Motor manufacturing Indonesia, Bong Kyu Lee saat menerima sertifikat.

Sebagai informasi, AEO adalah konsep kepabeanan yang dikembangkan oleh Organisasi Bea Cukai Dunia (WCO) dan dijalankan oleh Pemerintah Indonesia lewat Ditjen Bea dan Cukai. Program ini dirancang untuk menyelaraskan keamanan perdagangan dan memfasilitasi perdagangan global dalam menanggapi peningkatan langkah-langkah keselamatan perdagangan pasca-9/11.
 
Ini termasuk importir, eksportir, forwarder, operator gudang, dan perusahaan penyedia Jasa Kepabeanan (PPJK) yang telah diakui oleh otoritas bea cukai karena keandalan dan keamanan mereka dalam menangani barang.
 
Untuk menerima penunjukan AEO, perusahaan harus menunjukkan kepatuhan yang luar biasa terhadap peraturan bea cukai, solvabilitas keuangan, dan kemampuan untuk mempertahankan standar keamanan tinggi dalam operasi mereka.
 
Dengan memperoleh sertifikasi AEO, Hyundai Motor Manufacturing Indonesia mendapatkan keuntungan dari pemrosesan bea cukai yang dipercepat, pengecualian dari pemeriksaan bea cukai tertentu, dan berbagai keuntungan lain yang diakui. Outputnya, proses produksi kendaraan juga bisa berjalan lebih cepat.
 
Sertifikasi tersebut diklaim tidak hanya memperlancar prosedur bea cukai, tetapi juga memperkuat posisi perusahaan sebagai mitra andal di panggung global. Manfaatnya, Hyundai Motor Manufacturing Indonesia bisa membangun pondasi yang kuat untuk pertumbuhan dan kesuksesan berkelanjutan di lingkungan perdagangan internasional yang berkembang di sektor ekspor maupun impor.
 
"Saat ini pabrik Hyundai beroperasi di Indonesia untuk memproduksi kendaraan dan memenuhi pasokan ke berbagai negara bukan hanya di region Asia Pasifik, namun hingga ke Kawasan Timur Tengah, Afrika, hingga Amerika Selatan, Tengah dan Utara. Sertifikasi AEO ini akan menjamin distribusi ekspor kami ke negara-negara destinasi," tutup Lee Bong Kyu.
 
Perlu diketahui juga, tidak hanya untuk kebutuhan di dalam negeri, HMMI kini mengekspor kendaraan dalam kondisi terakit utuh atau Completely Built Up (CBU), terurai utuh atau Disassemble Knocked Down (DKD), serta komponen belum dirakit atau Completely Knocked Down (CKD) sesuai kebutuhan masing-masing pasar. Sertifikasi AEO diharapkan dapat menjaga efektivitas produksi dan distribusi sehingga menjamin kepuasan pelanggan.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore