
Ilustrasi logo Toyota. Toyota Indonesia telah melakukan penangguhan sementara pengiriman beberapa model Toyota di Indonesia, khususnya untuk produk-produk yang dikembangkan bersama dengan Daihatsu.
JawaPos.com - Isu terkait manipulasi mesin diesel yang disampaikan Toyota Motor Corporation (TMC) di Jepang pada akhir Januari 2024 kemarin menjadi sorotan para konsumen otomotif secara global, termasuk Indonesia.
Namun terkait hal ini PT Toyota Astra Motor (TAM) selaku Agen Pemegang Merek (APM) Toyota di Indonesia buka suara bahwa setiap produk yang diproduksi dan dipasarkan di Indonesia dinyatakan aman.
Anton Jimmi Suwandy yang menjabat Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor sempat mengungkapkan saat media Gathering Toyota 2024 beberapa waktu lalu (2/2), bahwa ini terkait dengan TICO.
Sebagai informasi bahwa TICO merupakan perusahaan berbeda dengan Toyota motor corporation.
"Yang disebutkan di beberapa media itu salah menyebutkan kalau hal tersebut termasuk dalam TMC. Bukan, TICO adalah suplayer dari Toyota. Jadi Toyota meng-outsorching beberapa development dan persiapan termasuk soal persiapan homogolasi, safety termasuk soal mesin diesel ini,” ujar Anton Jimmi.
Anton menegaskan kalau melihat sertifikasi, homologasi, safety, kualitas, sebenarnya tidak ada masalah. Di Indonesia berani dipastikan tidak ada masalah sama sekali.
"Konsumen tidak perlu khawatir, produksi di TMMIN tetap berjalan, termasuk penjualan, delivery tetap berjalan. Bila ada yang ngomong dihentikan itu tidak benar. Karena memang tidak ada hubungan dengan TICO tadi,” kata Anton.
Kejadian sebenarnya adalah SOP di dalam TICO sendiri pelaksanaannya kurang tepat. Namun bila dilihat dari datanya sebenarnya yang berbeda itu pada kurva atau grafis pada torsi.
"Kalau saya lihat angkanya tidak salah, di dalam regulasi misalnya minus atau plus 2 persen, karena kalau test mesin itu-kan selalu berbeda variasi ini masih minim dan sesuai dengan regulasi,” tambah Anton Jimmy.
Masalah yang terjadi terkait hal tersebut membuat nama TMMIN ikut terseret bisa dalam manipulasi mesin diesel tersebut.
Ini merupakan tanggung jawab moral, karena Toyota Group dan pimpinan-pimpinan Toyota, merasa ber-tanggugjawab memberikan transparasi informasi, kepada konsumen.
"Kemunculan nama TMMIN karena bila dilihat dari historinya pada 2023, Hal ini analisa dari forklift kemudian karena Toyota ingin melihat detail, akhirnya masuk ke dalam otomotif, dan informasi ini diberikan dan mesin ini digunakan di pabrik-pabrik yang mana, tapi setelah kita teliti tidak ada masalah," ujar Anton.
Sedangkan untuk ekspor bisa ke TMMIN ya, saya mewakili yang domestik, dan domestik sudah kita cek dan ini minim risiko.
Anton menambahkan kalau informasi yang sebenarnya harus diketehaui konsumen, dan dari pihaknya meminta maaf mungkin membuat konsumen menjadi resah.
"Sekali lagi kami sampaikan kesalahan prosedur ini tidak ada hubungannya dengan performa, torsi atau safety," pungkas Anton.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
