
Tata Motors tipe Ace Ex2,
JawaPos.com - Masih ingat pabrikan otomotif Tata Motors? Ya, di Indonesia merek India ini menjajakan produknya melalui PT Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI). Memulai masuk pasar otomotif di Tanah Air pada September 2012 yang bermain di segmen mobil penumpang dan komersial.
Namun dalam perkembangannya TMDI lebih fokus menggarap pasar kendaraan komersial, pasalnya persaingan disegmen mobil penumpang sangat ketat. Apalagi saat itu masih dikuasai dan didominasi merek Jepang.
Sebagai informasi ada tiga model yang pertama kali Tata memasarkan unit nya di Indonesia diantaranya Tata Aria, Tata Vista, dan Tata Storme. Hanya tiga varian itu saja di segmen mobil komersial Tata menjajakan ke konsumen Indonesia.
Namun setelah itu tidak ada lagi mobil baru yang disajikan oleh Tata Motors melalui TMDI di Indonesia. Bahkan sejak 2019, PT TMDI menyatakan lebih fokus menggarap pasar kendaraan komersial, khususnya truk dan pikap di Tanah Air.
Beragam jenis dan model truk ringan, medium hingga berat (heavy duty truck) dijajakan Tata Motors di Tanah Air. Bahkan di 2023 awal Tata juga mengenalkan kendaraan komersial jenis pick up baru, baik ringan maupun double cabin.
Sayangnya usaha TMDI menjajakan merek Tata di Indonesia masih belum memuaskan karena persaingan yang sangat ketat. Hal ini terlihat pada prestasi yang belum moncer pada penjualan diparuh kuartal pertama 2023.
Melihat data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) (5/9) mencatat bahwa sepanjang Januari – Juli tahun 2023, Tata Motors Indonesia hanya mampu meraupmengkoleksi angka penjualan unit ke diler (wholesales) hanya 15 unit.
Jumlah ini terjun payung hingga 88,4 persen bila dibanding angka wholesales yang diraihnya pada periodesama di 2022.
Sebagai informasi pada bulan Juli 2023 Tata Motors tak ada angka wholesales yang dicatat. Ini artinya, angka penjualan unit ke diler di bulan tersebut anjlok hingga 100 persen dibanding bulan yang sama pada 2022.
Sedangkan untuk penjualan kendaraan dari diler langsung ke konsumen (penjualan ritel) selama Januari – Juli tahun ini hanya sebanyak 16 unit. Jumlah ini anjlok 88,6 persen dibanding angka penjualan ritel yang diseroknya selama tujuh bulan pertama 2022.
Di bulan Juli saja, angka penjualan ritel yang berhasil masuk dalam catatan mereka hanya sebanyak 1 unit. Jumlah ini turun drastis 96,2 persen dibanding Juli 2022. Tata seharusnya berani melakukan strategi investasi besar-besaran karena pabrikan India ini telah mempunyai produk global.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
