Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 Agustus 2023 | 14.50 WIB

Alasan Kesehatan, Mulai 2024 Mobil Baru di UE Nggak Boleh Pakai Aksen Krom

Ilustrasi: Krom sudah menjadi aksen penting pada kendaraan khususnya mobil selama puluhan tahun. (AutoZone). - Image

Ilustrasi: Krom sudah menjadi aksen penting pada kendaraan khususnya mobil selama puluhan tahun. (AutoZone).

JawaPos.com - Uni Eropa (UE) baru-baru ini mengusulkan rencana untuk melarang penggunaan bahan pelapis krom mulai tahun 2024. Menurut UE, usulan ini diperlukan karena alasan kesehatan.
 
Larangan tersebut diharapkan berdampak besar pada desain mobil dan produk lain yang menggunakan pelapisan krom. Namun, ada opsi lain yang bisa menggantikan bahan ini.
 
Dilansir dari ITHome, Uni Eropa mengusulkan larangan pelapisan krom karena masalah kesehatan yang terkait dengan kromium heksavalen. Ini adalah bahan kimia beracun yang digunakan dalam produksi bahan pelapis krom.
 
 
Kromium heksavalen dikenal sebagai karsinogen. Artinya, bahan ini dapat menyebabkan kanker pada manusia. Menurut ITHome, ini 500 kali lebih beracun dari pada emisi solar. 
 
Nggak hanya bagi pembuatnya, produksi kromium heksavalen juga melepaskan karsinogen ke udara. Menurut Carscoops, hal ini dapat berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. 
 
IT Home juga melaporkan bahwa saat ini belum ada cara yang aman untuk memproduksi material berlapis krom. Ini karena semua proses yang diketahui menghasilkan asap emisi beracun.
 
 
Apa dampak potensial dari larangan pelapisan krom? Seperti sudah disinggung di atas, larangan yang diusulkan pada pelapisan krom akan berdampak besar pada desain mobil dan produk lainnya. 
 
Ini sebagian besar adalah produk yang menggunakan pelapisan krom. Menurut Carbuzz, pelapisan krom merupakan bahan finishing yang populer digunakan dalam industri mobil selama puluhan tahun ini.
 
Bahannya memberi mobil permukaan yang mengkilap dan reflektif. Menurut ITHome, itu juga digunakan di ruang angkasa dan konstruksi karena daya tahan dan ketahanan korosinya.
 
 
Jika larangan tersebut berlaku, itu artinya merek kendaraan perlu mencari bahan finishing alternatif yang aman dan efektif. Hal ini dapat menyebabkan perubahan pada desain mobil dan produk lainnya, karena merek mungkin perlu menggunakan bahan atau pelapis yang berbeda untuk mendapatkan tampilan dan performa yang diinginkan. 
 
Carbuzz juga melaporkan bahwa ini dapat menyebabkan biaya yang lebih tinggi untuk merek yang menggunakan bahan tersebut. Ini karena mereka perlu berinvestasi dalam formasi baru untuk mematuhi larangan tersebut.
 
Di Eropa, larangan itu akan memiliki dampak yang sama besarnya. Kepala desain Renault Gilles Vidal tidak menganggap itu hal yang buruk, setidaknya dalam hal desain mobil. 
 
 
“Ada beberapa solusi non-polusi yang sedang diteliti, tapi saya harap kita bisa menjauh dari krom,” … “Saatnya bagi kita untuk mengubah permainan dan membuka pikiran kita. Ada alternatif yang lebih berkelanjutan," katanya menanggapi aturan tersebut.
 
Apa saja pilihan yang tersedia?
Ada beberapa pilihan pelapisan krom yang dapat digunakan di berbagai industri. Berikut beberapa alternatifnya:
 
Pelapisan Nikel
 
Pelapisan nikel adalah salah satu opsi yang paling umum digunakan untuk pelapisan krom. Team Bhp melaporkan bahwa ia menawarkan ketahanan dan daya tahan korosi yang serupa dengan pelapisan krom. Team Bhp juga mengklaim bahwa pelapisan nikel juga lebih hemat biaya dibandingkan dengan pelapisan krom.
 
Zinc – Nickel Plating
 
Pelapisan seng-nikel atau zinc nickel plating adalah opsi lain untuk pelapisan krom. Carbuzz mengklaim bahwa ia menawarkan perlindungan korosi dan ketahanan aus yang sangat baik. Pelapisan seng-nikel sering digunakan sebagai opsi untuk pelapisan kadmium.
 
Thermal Spray Coatings
 
Pelapis semprot termal atau thermal spray coatings seperti pelapis karbida tungsten, dapat digunakan sebagai opsi untuk pelapisan krom keras. Car Scoops melaporkan bahwa pelapis ini memberikan kualitas keausan dan ketahanan yang serupa dengan pelapisan krom.
 
Pelapisan Nikel Tanpa Listrik
 
Pelapisan nikel tanpa listrik adalah proses yang menyimpan lapisan nikel yang seragam ke substrat tanpa menggunakan arus listrik. IT Home mengklaim ketahanan korosi dan keausannya sangat tinggi dan bisa menjadi pilihan untuk pelapisan krom. Menurut ITHome, pilihan lainnya adalah powder coating, anodizing dan painting.
 
Larangan yang diusulkan pada bahan pelapis krom oleh UE mulai tahun 2024 didorong oleh masalah kesehatan yang terkait dengan kromium heksavalen, bahan kimia beracun yang digunakan dalam produksi bahan pelapis krom. Larangan tersebut diharapkan berdampak signifikan pada desain mobil dan produk lain yang menggunakan pelapisan krom. 
 
Pabrikan perlu mencari bahan finishing alternatif yang aman dan efektif, yang dapat menyebabkan perubahan desain mobil dan produk lainnya, serta peningkatan biaya bagi pabrikan. Namun, ada beberapa alternatif pelapisan krom yang sudah digunakan di berbagai industri, seperti pelapisan nikel tanpa listrik, pelapisan bubuk, anodisasi, dan pengecatan. 
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore