
Ilustrasi ban serep mobil.
JawaPos.com - Ban mobil menjadi salah satu komponen yang sangat penting bagi kendaraan, baik roda dua atau roda empat. Khusus di mobil, pada jenis kendaraan ini selalu memiliki ban serep alias ban cadangan. Hal tersebut untuk berjaga-jaga jika terjadi keadaan darurat di tengah jalan. Ban serep mobil juga merupakan syarat penting dalam keselamatan berkendara.
Ban serep mobil atau ban cadangan merupakan komponen mobil yang sangat penting keberadaannya. Ban serep merupakan komponen yang tersedia untuk mengganti ban utama ketika terjadi kendala ataupun kerusakan pada ban utama. Pada umumnya, ban serep mobil atau ban cadangan memiliki ukuran yang berbeda dengan ban utama.
Kebanyakan ban serep mobil di Indonesia datang dengan ukuran full size atau setara, sama dengan ukuran ban asli mobil yang mengenakannya. Namun kadang terlihat juga ada ban serep berukuran lebih kecil, tidak full size dan pada beberapa merek mobil juga hadir velg yang berbeda dari velg aslinya.
Bentuk kecil dari ban cadangan tersebut tentunya memiliki tujuan. Salah satu tujuan dari ukuran ban cadangan yang kecil yaitu agar ban serep dapat menghemat ruangan pada bagasi mobil. Selain ukurannya yang kecil, Ban cadangan juga lebih tipis dibandingkan dengan ban utama.
Alasan teknis kenapa ban serep ini dibuat lebih kecil ukurannya ketimbang ban aslinya juga bisa dijelaskan. Ahmad Wildan, Investigator Senior KNKT memaparkan, ban serep dibuat lebih tipis, tak setara ban aslinya dimaksudkan supaya ban tersebut tidak digunakan dalam waktu lama.
"Faktor kecelakaan lain yang sering saya temukan adalah kecelakaan karena faktor ban. Pas kita selidiki ternyata dia lagi menggunakan ban serep. Ini salah," kata Ahmad Wildan melalui diskusi yang digelar Forum Wartawan Otomotif (Forwot) bersama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk yang digelar di sela-sela kegiatan GIIAS 2023.
Alasan kenapa ban serep bisa menyebabkan hazard atau bahaya berlalu lintas lantaran ban serep tidak didesain atau tidak diperuntukan untuk penggunaan lama. "Bayangkan, ban serep itu kan hanya diletakkan begitu saja. Teroksidasi, kehilangan tekanan dan sebagainya. Jadi ini tidak layak dipakai jalan lama, hanya sementara," lanjut Ahmad.
Diketahui, ban serep dengan ukuran yang tidak full size biasanya hadir di mobil-mobil bikinan pabrikan Eropa. Jepang juga ada, Mazda diketahui tidak menerapkan ban serep berukuran penuh dalam produk mobil yang dijualnya.
"Tujuannya supaya ban serep itu tidak dipakai lama atau tidak dipakai terus-menerus. Untuk pengganti saja sampai ban utama diperbaiki. Kalau sudah, ya selesai tugas ban serepnya, pakai ban utama lagi yang sesuai spesifikasi kendaraan. Ini yang sering diabaikan masyarakat. Dianggap sepele, tapi berbahaya," pungkas Ahmad.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
