
Photo
JawaPos.com - Aprilia menggebrak pasar otomotif dalam negeri dengan merilis skuter matik (skutik) SR GT 200 dan SR GT 200 Sport. Bergenre touring, rival Aprilia SR GT 200 yang saat ini paling mendekati adalah New ADV 160 yang juga belum lama ini dirilis Honda.
Berkesempatan untuk menjajal Aprilia SR GT 200, JawaPos.com melakukan perjalanan touring santai dari Tangerang menuju kawasan Cipanas, Puncak, Bogor, Jawa Barat. Penasaran dengan pengalaman seperti apa menjajal skutik ini untuk touring sejauh 400 Km pulang-pergi, silakan simak ulasannya.
Riding Position Nyaman
Hal pertama yang ingin kami bagikan terkait Aprilia SR GT 200 ini adalah pengalaman berkendaranya. Mengusung gaya skutik petualang, memang tak lengkap rasanya jika tak membawa motor dengan kubikasi 174 cc di atas kertas ini untuk melakukan perjalanan touring.
Soal pengalaman berkendara, menempuh perjalanan dari pagi hari menuju kawasan wisata Cipanas, Puncak, dari Tangerang, Aprilia SR GT 200 mula-mula kami isi dengan BBM yang sesuai dengan speknya yakni Pertamax Turbo atau bensin dengan RON 95 atau lebih.
Diisi dari saat indikator bensin mulai kelap-kelip, pertanda habis, Aprilia SR GT 200 dalam rupiah kami isi Pertamax Turbo dengan nominal Rp 75.000 atau dapat sebanyak 4,6 liter lebih. Di indikator, BBM menunjukan porsi setengah dari meteran penuh atau berada di posisi sekira lima bar.
Lanjut, kami gas menuju puncak dengan membonceng pasangan. Melewati jalan rusak, kami langsung dikejutkan dengan suspensi Aprilia SR GT 200 di bagian belakang yang ternyata keempukan. Shockbreaker mentok, badan mengayun, lari jadi limbung saat menikung atau manuver di kecepatan standar jalan raya.
Suspensi empuk memang nyaman, tapi dilematis. Berkendara sendiri enak, berdua terasa kelebihan muatan. Oke, kami abaikan, biarkan ini menjadi catatan Aprilia. Namun perlu diketahui juga, SR GT 200 memiliki suspensi belakang yang bisa disetel kliknya untuk mengatur tingkat kekerasannya.
Namun, secara default atau bawaan pabrik, suspensi belakang Aprilia SR GT 200 terlalu lembek lantaran berada di posisi paling low atau paling empuk. Depan pas, tinggi, nggak keras, nggak empuk. Pas. Gagah pula.
Jalan sekira satu jam lebih berkendara, motor ini enak juga ternyata. Di luar suspensi belakang yang terlalu soft, posisi berkendara Aprilia SR GT 200 nyaman. Sangat nyaman.
Tegak, stang tinggi, handling pas, bikin manuver liak-liuk menggunakan skutik ini jadi terasa mantap. Feel naik moge atau motor gede terasa betul di skuter matik ini. Mantap.
Di kawasan Jalan Raya Bogor mulai ketemu macet. Oke, nggak takut. Pantat mulai panas, tapi tetap nyaman, jok lebar, nggak terlalu tinggi membuat manuver dengan skutik ini di jalanan macet juga nggak terlalu masalah mengingat dimensinya yang lumayan gede.
Photo
Aprilia SR GT 200 saat diajak touring santai sejauh hampir 400 Km. (Rian Alfianto/JawaPos.com)
Penumpang juga tetap nyaman. Proporsi duduk baik rider dan boncengers terbagi rata. Kebagian adil, nggak ada yang terasa kesempitan. Ini yang bikin duduk di Aprilia SR GT 200 untuk jalan jauh, bokong jadi nggak terlalu pegal. Nyaman.
Sampai di dekat Gadog, bensin sisa dua bar. Lumayan boros juga motor ini. Oke, kami isi lagi, dengan angka yang sama saat diisi pertama kali. Naik lagi, kali ini setengah lebih. Total, sudah Rp 150 ribu kami isi BBM atau setara 9,3 liter Pertamax Turbo.
Sampai kawasan puncak, motor ini asyik, meliuk, menanjak, menurun, luwes sekali. Handlingnya benar-benar mantap. Catatan kami di sektor ini hanya pada suspensi belakang. Kurang rigid, kalau lebih kaku sedikit pasti lebih mantap lagi handlingnya.
Untuk sistem pengereman, Aprilia SR-GT 200 menggunakan cakram depan petal 260 mm sementara bagian belakang dilengkapi cakram 220 mm. Punya rem cakram ganda, proses henti laju di Aprilia SR GT 200 juga enak. Remnya pakem, walau menurut kami agak keras.
Yang kurang di sisi pengereman adalah tidak adanya fitur pengunci rem belakang. Fitur ini sangat berguna dan sudah belasan tahun hadir di skutik mainstream besutan pabrikan Jepang. Saat berhenti di jalan agak menanjak atau menurun, tangan jadi tak perlu selalu mencengkeram handle rem. Semoga ini juga jadi catatan bagi Aprilia.
Mesin Powerful
Lanjut ke sektor performa dalam hal ini dapur pacu atau mesinnya. Untuk mesinnya, Aprilia SR GT 200 menggendong mesin i-get satu silinder berkapasitas 174 cc. Meski tak bulat 200 cc seperti namanya, mesin ini mampu menyemburkan tenaga 13 kW pada 8.500 rpm dan torsi 16,5 Nm pada 7.000 rpm.
Mesinnya dikawinkan dengan transmisi Contiounuously Variable Transmission (CVT). Rasanya, joss. Nggak over power, masih jinak, tapi juga nggak lemes. Pilihan tengah untuk yang mau di atas Honda ADV 160 atau di bawah Yamaha Xmax 250.
Menanjak dengan beban boncengers juga terasa effortless. Nggak perlu terlalu dalam menarik pedal gas. Swosss. Motor langsung ngacir di medan tanjakan curam. Benar-benar enak.
Bagi yang suka bertualang dengan skutik melakukan perjalanan touring, Aprilia SR GT 200 dengan mesin bawaannya sudah lebih dari cukup. Mesin enak, halus, tapi ngacir. Performa hentakan juga terasa. Power ngisi konsisten dari bawah sampai atas. Hampir tidak ada kosongnya.
Dari sisi fitur, Aprilia SR GT 200 dilengkapi dengan sistem Start/stop bernama RISS (Regualtor Inverter Start & Stop System). Mesin motor itu juga akan otomatis mati dalam 1 sampai 5 detik setelah skuter berhenti.
Kemudian ketika motor digas lagi, maka langsung menyala otomatis. Adanya sistem ini memungkinkan motor tidak lagi butuh poros engkol seperti skutik zaman dulu.
Photo
Fitur power outlet dan laci penyimpanan ponsel di Aprilia SR GT 200. (Rian Alfianto/JawaPos.com).
Sajian di panel speedometer juga informatif. Selain ada meteran kecepatan, putaran mesin atau RPM, ada juga indikator suhu di sisi kanan. Kemudian ada indikator lainnya seperti engine check dan indikator standar dan mode yang bisa diklik untuk melihat voltase aki, konsumsi BBM rata-rata (dalam liter) dan sisa BBM di tangki untuk memperhitungkan jarak yang bisa ditempuh.
Sakelar-sakelar di Aprilia SR GT 200 juga pas. Semua dalam mode klik. Tidak perlu memencet terlalu dalam, sudah bisa melakukan perintah seperti klakson, lampu sign dan sebagainya.
Visibilitas ke depan juga enak, tinggi dan bisa melihat lebih jauh ke depan. Saat malam hari, lampu Aprilia SR GT 200 juga terang benderang. Pulang kembali ke Tangerang pada malam hari usai touring singkat ke kawasan Cipanas, lampu utama yang sudah LED nyala melotot memberi penerangan jalan.
High beam atau lampu tembaknya juga gegas. Terang, tembak, kendaraan dari arah berlawanan langsung bisa menangkap isyarat untuk segera minggir atau berhenti saat di persilangan. Mantap, Aprilia.
Bagasi juga luas, bisa muat berbagai keperluan kami saat touring tanpa perlu repot membawa tas. Yang kurang adalah motor ini pelit tempat penyimpanan lain di area dashboard atau cantolan yang bahkan tidak ada sama sekali. Entah kenapa, mungkin anggapannya semua bisa dimasukkan ke bagasi.
Jadi Pusat Perhatian
Sebagai pendatang baru di segmen skutik, jelas yang paling terasa saat melakukan perjalanan touring dengan Aprilia SR GT 200 adalah kami jadi pusat perhatian. Skutik ini masih sangat jarang di jalanan sehingga orang bingung, motor apa ini?
Inilah enaknya, jadi pusat perhatian, dilihat banyak orang. Mungkin orang-orang mengira ini adalah Honda ADV 160 baru. Hmm, kalian semua salah. Memang mirip, tapi ini adalah Aprilia, Italian bike yang bikin gengsi pengendaranya ikutan naik.
Kesimpulan
Well, seharian mengendarai Aprilia SR GT 200 untuk touring Tangerang-Puncak, motor ini nyaman. Handling enak, mesin joss, tongkrongannya gagah dan mewah, juga fiturnya melimpah.
Sampai di rumah, motor kembali ke posisi bensin seperti semula, indikator menunjukan hampir habis. Sembilan liter lebih Pertamax Turbo untuk touring pakai motor 174 cc, lumayan boros sebenarnya. Tapi, menurut kami sebanding dengan rasa dan performanya.
Touring pakai Aprilia SR GT 200 juga nggak perlu repot bawa tas. Semua bawaan seperti jas hujan, sandal atau pakaian ganti bisa dimasukkan ke bagasi. Namun itu tadi, kurangnya adalah shockbreaker belakang keempukan, tidak adanya laci atau cantolan tambahan harusnya bisa jadi catatan untuk Aprilia.
Selebihnya Kami puas dengan performa motor ini. Sebagai pendatang baru di segmen skutik, Aprilia sudah bisa menunjukan keseriusannya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
