
Power bank mobil listrik dari Mercedes-Benz. (Istimewa).
JawaPos.com - Salah satu kendala yang kerap ditemui pemilik mobil listrik adalah masalah fleksibilitas isi ulang baterai (charging). Di tanah air, terkait infrastruktur pengisian daya mobil listrik yang belum memadai, hal ini menjadi alasan banyak orang enggan beralih dari mesin konvensional ke kendaraan bertenaga baterai.
Banyak orang masih khawatir kalau-kalau kehabisan daya di perjalanan, mereka tidak menemui fasilitas pengecasan mobil listrik. Hal inilah yang kemudian coba dipecahkan banyak pihak, termasuk salah satunya Mercedes-Benz yang meluncurkan alat pengecasan mobil listrik fleksibel.
Sebagai salah satu merek yang juga concern terhadap kendaraan listrik, baru-baru ini merek dengan logo tiga bintang itu meluncurkan alat charging mobil listrik fleksibel atau power bank-nya mobil listrik. Flexible Charging System oleh Mercedes-Benz ini diklaim kompatibel dengan semua model kendaraan listrik saat ini, masa depan, dan kendaraan plug in hybrid dari Mercedes-Benz AG.
Dengan solusi pengisian daya yang praktis dan portabel ini, pemilik kendaraan listrik selalu memiliki sistem yang tepat seperti yang dibutuhkan di bagasi mobil baik di rumah, di basement, di tempat kerja, ataupun saat sedang bepergian. Alat pengecasan mobil listrik portable dimaksud adalah Flexible Charging System yang baru dirilis Mercedes-Benz.
Lingkup produk yang diberikan termasuk berbagai adaptor untuk soket rumahan dan soket industri, serta untuk titik pengisian daya umum dan kotak dinding, yang semuanya dapat dihubungkan ke Flexible Charging System atau unit kontrol secara plug and play. Dan, sistem ini memiliki konektor Tipe 2 yang terintegrasi, sehingga memungkinkan kendaraan untuk diisi hingga 22 kW dari sumber AC mana pun. Berbagai adaptor juga dikatakan dapat dengan mudah dipasang di titik pemisahan adaptor.
Sistem akan secara otomatis mendeteksi adaptor yang berbeda dan menyesuaikan daya pengisian yang sesuai. Daya pengisian maksimum Flexible Charging System adalah 22 kW, namun ini juga dapat disesuaikan secara manual tergantung kebutuhan.
Seperti semua aksesori milik Mercedes-Benz, keselamatan adalah prioritas utama Mercedes-Benz. Maka dari itu, sistem ini memiliki sensor suhu terintegrasi di adaptor rumah tangga yang melindungi dari panas berlebih. Sistem ini dapat digerakkan dengan berat hingga 1,1 ton dan terlidungi, sesuai dengan sertifikat IP67 bahkan jika terjadi perendaman sementara.
Sistem ini memiliki pemutus arus sisa terintegrasi, dirancang untuk kisaran suhu -30 hingga +50 derajat celcius , dan hampir semua komponen bersertifikat AECQ. Berkat bentuknya yang praktis dengan panjang kabel keseluruhan berkisar lima meter, sumber listrik yang tidak dapat diakses langsung oleh kendaraan juga dapat digunakan secara efisien. (*)

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
