Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Maret 2018 | 01.35 WIB

Mengendarai Motor Injeksi? Wajib Berkenalan Dengan ECU

ECU sepeda motor - Image

ECU sepeda motor

JawaPos.com – Saat ini, teknologi injeksi banyak diaplikasikan untuk sepeda motor. Teknologi baru ini menyuguhkan banyak kelebihan bila dibandingkan dengan sistem karburator. Sepeda motor yang telah mengantungi sistem bahan bakar injeksi lebih efisien memanfaatkan bahan bakar, lebih bertenaga atau berperforma tinggi.


Namun, pengendara sepeda motor masih banyak yang belum memahami sistem bahan bakar injeksi yang mengandalkan ECU tersebut. Sehingga tak fasih merawatnya serta tak mengenal pamali yang kerap mengakibatkan kerusakan injeksi. Sebenarnya ada alat atau bagian motor yang mampu mendeteksi kerusakan yang dialami mesin injeksi. Alat tersebut adalah ECU, atau Electronic Control Unit.


Business Development TDR, Benny Rahmawan menjelaskan, ECU adalah sebuah alat pengendali mesin injeksi. Dengan ECU, kita bisa mengenai masalah-masalah yang ada di motor. "Sebenarnya ECU hanya sebuah sistem pengendali saja. ECU bekerja sama dengan sensor-sensor yang ada di dalam mesin untuk melakukan kalkulasi agar tenaga motor tetap stabil dimana pun kita berkendara. Dengan ECU juga, efisiensi bahan bakar tetap terjaga. Kenapa? Karena teknologi sekarang, injeksi, bisa memenuhi syarat sampai ke euro 3 atau euro 4," katanya, di TDR Technology Center, Kamis (15/3).


Benny juga mengatakan, ECU juga bisa mengalami kerusakan. Umumnya dipicu karena pemakaian yang salah. "Contoh paling sederhana, busi. Busi adalah sesuatu hal yang paling umum bagi semua orang. Tapi, apakah orang-orang sudah mengetahui bahwa busi injeksi dengan busi karburator itu berbeda. Kalau misalnya busi karburator dipakai di motor injeksi, maka motor akan bermasalah. Dalam jangka panjang, bisa berakibat kerusakan ke ECU itu sendiri," terangnya.


Benny mengungkapkan, ECU tidak membutuhkan perawatan berkala. Asalkan, motor injeksi tidak terjadi short circuit atau hubungan pendek (korsleting) serta problem yang dipicu karena pemasangan asal-asalan mesin injeksi itu sendiri.  "Yang terpenting adalah jaga kestabilan baterai dan pengisiannya. Itu akan menjaga umur dari ECU itu sendiri. Kenapa? Yang namanya elektronik, kita tidak akan bisa memprediksi kapan rusaknya karena pemakaian pengguna sangat memengaruhi. Apalagi, untuk orang yang suka mengotak-atik kabel, siap-siap saja ECU-nya kemungkinan terjadi konsleting atau kerusakan," tuturnya. 


Benny juga berpesan, ECU after market tidak akan menimbulkan bermasalah bila akan dipasang di motor standar. Yang terpenting, cara pemasangan yang dilakukan harus tepat."Perbedaan antara ECU standar dengan yang after market itu banyak banget, baik dari fitur-fiturnya, suplai kelistrikannya, dan harganya," tutupnya. 

Editor: Teguh Jiwa Brata
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore