Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 September 2025 | 13.27 WIB

6 Hal Resiko Beli Mobil Bekas Akibat Banjir, Bisa Kuras Tabungan

Deretan mobil bekas yang dijual di bursa mobil bekas Blok M, Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com - Image

Deretan mobil bekas yang dijual di bursa mobil bekas Blok M, Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com

JawaPos.com - Punya rencana beli mobil bekas harus hati-hati dan teliti. Harus diakui kalau mobil bekas jadi solusi terkait masalah minimnya dana.

Paling menjadi persoalan adalah mobil bekas terkena banjir bahkan mobil yang pernah terendam air bisa membawa risiko kerusakan serius pada mesin dan sistem kelistrikan. 

Masalah ini sering kali sulit terdeteksi jika tidak teliti memeriksa. Akibatnya, pembeli justru harus mengeluarkan biaya besar untuk perbaikan.

Agar tidak salah pilih, penting memahami risiko dan cara mengenali mobil second banjir sejak awal.

Kerusakan pada Mesin

Dampak terburuk dari banjir adalah kerusakan mesin karena air yang masuk ke ruang mesin akan merusak komponen penting, seperti sistem pembakaran dan transmisi. 

Mesin yang terendam biasanya mengalami water hammer, yaitu kerusakan akibat tekanan air di dalam silinder. Akibatnya, mesin menjadi tidak berfungsi optimal dan membutuhkan perbaikan besar yang memakan biaya tinggi.

Sensor dan Sistem Kelistrikan akan Rusak

Air banjir sering kali menyebabkan korsleting pada sensor dan sistem kelistrikan mobil. Komponen seperti ECU (Engine Control Unit) dan kabel kelistrikan sangat rentan terhadap kerusakan akibat air. 

Kerusakan ini tidak hanya memengaruhi kinerja mesin, tetapi juga sistem pendukung lainnya, seperti lampu, wiper, hingga AC. Perbaikannya membutuhkan penggantian komponen yang harganya cukup mahal.

Korosi pada Bagian Bawah Mobil

Air banjir biasanya mengandung garam atau zat kimia lain yang mempercepat korosi pada logam. Bagian bawah mobil, seperti rangka dan sistem suspensi, menjadi area paling rentan terkena dampak ini. 

Jika dibiarkan, korosi dapat melemahkan struktur mobil dan membahayakan keselamatan pengemudi. Oleh karena itu, pemeriksaan menyeluruh penting dilakukan untuk menghindari risiko ini.

Masalah pada Sistem Rem

Air yang menggenangi rem dapat menyebabkan kelembapan berlebih, yang pada akhirnya memengaruhi performa pengereman. Dalam beberapa kasus, komponen seperti kampas rem dan cakram bisa mengalami karat atau kerusakan permanen.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore