Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 September 2025 | 22.26 WIB

Penuh Haru, Pegawai Shell Bikin Video Perpisahan Viral: Terpaksa Dirumahkan Karena Stok Terus Kosong

Viral pegawai Shell bikin video perpisahan. (Istimewa). - Image

Viral pegawai Shell bikin video perpisahan. (Istimewa).

JawaPos.com - Suasana haru menyelimuti para pegawai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Shell setelah kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) mencuat. 

Video perpisahan mereka viral di media sosial, menyulut simpati publik sekaligus membuka diskusi serius tentang masa depan SPBU swasta di tengah dominasi Pertamina.

Dalam salah satu unggahan, pegawai bernama Chairul Anwar membagikan momen perpisahan yang menyentuh. Awalnya ia berfoto bersama rekan-rekannya, namun perlahan gambar berubah hingga hanya dirinya yang tersisa. 

Chairul mengungkapkan bahwa banyak rekannya telah dirumahkan akibat stok bahan bakar yang kosong.

“Pada ke mana teman-teman saya? Oh iya pada dirumahin semua. Kalian sehat-sehat ya teman-teman. Nggak kenapa, nggak usah malu untuk sementara nggak bisa ngasih orang tua dulu,” ucap Chairul dalam video yang kini viral di berbagai platform medsos itu 

Chairul tetap memberi semangat dan berdoa agar SPBU swasta bisa kembali beroperasi. 

“Tetap semangat teman-teman kita sama-sama berdoa ya, mudah-mudahan kita cepat jualan bensin lagi. Tetap positif, nanti kita mulai dari nol lagi, oke semangat,” tambahnya.

Stok BBM Kosong, Pegawai Jualan Kopi
Sebelumnya, sempat beredar video lain yang memperlihatkan pegawai SPBU Shell berjualan kopi di sela-sela aktivitas mereka. Fenomena ini terjadi karena pasokan BBM yang seharusnya tersedia justru kosong dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar: mengapa SPBU swasta kesulitan mendapatkan pasokan? Banyak pihak menilai dominasi Pertamina dalam distribusi BBM memunculkan praktik monopoli terselubung yang merugikan operator non-BUMN. 

Jika dibiarkan, hal ini bukan hanya mengancam keberlangsungan bisnis swasta, tetapi juga lapangan kerja ribuan pegawai yang bergantung pada industri tersebut.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui adanya persoalan pasokan yang memukul SPBU swasta. Ia menyebut pemerintah sedang mencari solusi agar kelangkaan tidak berlarut-larut.

“Sebenarnya, mereka (SPBU swasta) bisa melakukan kolaborasi dengan Pertamina (atasi kelangkaan pasokan). Kemarin saya sudah pimpin rapatnya, Pertamina dan Wamen saya juga sudah lapor. Tapi nanti saya akan mengecek perkembangan terakhir dari tim yang kemarin saya bentuk untuk mengatasi ini,” kata Bahlil di Istana Negara, Jakarta.

Banyak pihak menilai, kasus SPBU Shell menjadi potret rapuhnya iklim persaingan usaha di sektor energi. Ketika distribusi BBM diduga hanya dikuasai satu pihak, maka SPBU swasta kehilangan daya saing dan masyarakat pun kehilangan alternatif layanan.

Jika tren PHK berlanjut, bukan tidak mungkin gelombang pengangguran di sektor ini bisa semakin meluas. 

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore