
Ilustrasi: Baterai mobil listrik Hyundai. (RianAlfianto/JawaPos.com).
JawaPos.com - Mobil listrik kini semakin populer di Indonesia seiring program percepatan kendaraan listrik berbasis baterai (KLBB). Namun, tantangan besar datang dari faktor iklim tropis yang panas dan lembap, yang bisa mempercepat degradasi baterai.
Menurut riset Geotab, suhu tinggi menjadi salah satu penyebab utama berkurangnya kapasitas baterai EV lebih cepat. Ditambah lagi, kebiasaan fast charging yang berlebihan mempercepat penurunan umur baterai.
Oleh karena itu, penting bagi pengguna EV di Indonesia untuk memahami strategi perawatan baterai yang tepat, agar investasi besar mereka tetap awet dan performa kendaraan tidak menurun.
Intinya, perlakuan baterai mobil listrik mirip dengan perawatan baterai smartphone, hanya skalanya lebih besar. Menjaga level daya, suhu, dan pola pengisian akan membuat baterai awet hingga 8–15 tahun tergantung pemakaian.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
