Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Agustus 2025 | 05.27 WIB

Hobi Nerjang Banjir dan 5 Kebiasaan ini Diam-diam Bikin Motor Kamu Cepat Turun Mesin

Ilustrasi: Turun mesin, salah satu hal yang paling ditakuti pemilik kendaraan bermotor. (Cycle Dynamics). - Image

Ilustrasi: Turun mesin, salah satu hal yang paling ditakuti pemilik kendaraan bermotor. (Cycle Dynamics).

JawaPos.com - Pernah nggak kamu panik karena motor tiba-tiba ngeluarin asap putih dari knalpot, suaranya kasar, atau bahkan susah banget dihidupin? Banyak orang baru sadar kalau itu tanda bahaya ketika motornya udah terlanjur harus turun mesin. 

Padahal, gejala seperti ini sebenarnya bisa dicegah kalau kamu lebih rajin merawat motor. Turun mesin alias overhaul bukan masalah kecil. Biayanya mahal, waktunya lama, dan bikin kamu repot karena motor nggak bisa dipakai. 

Nah, biar kamu nggak menyesal, yuk kenali kebiasaan sehari-hari yang ternyata bisa jadi penyebab utama motor harus turun mesin seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!

1. Telat Ganti Oli

Oli itu ibarat darah buat motor kamu. Kalau kamu telat ganti oli, pelumasan mesin jadi nggak maksimal. Oli yang udah lama dipakai bisa teroksidasi, jadi kental, dan bercampur sama kotoran atau serpihan logam. 

Akibatnya, gesekan logam ke logam bikin piston, ring piston, sampai bearing crankshaft cepat aus. Kalau udah parah, piston bisa macet atau ring piston patah, dan ujung-ujungnya ya turun mesin. Idealnya, ganti oli tiap 2.000-4.000 km sesuai rekomendasi pabrikan.

2. Malas Servis Rutin

Servis berkala itu bukan cuma ganti oli, tapi juga ngecek kondisi motor secara keseluruhan. Filter udara yang kotor, busi aus, atau sistem bahan bakar yang bermasalah bisa bikin performa motor drop. 

Kalau kamu sering skip servis, masalah kecil ini bisa numpuk dan bikin kerusakan serius di mesin. Jadi, jangan anggap remeh jadwal servis rutin.

3. Sering Nekat Nerjang Banjir

Kebiasaan nerjang banjir bikin risiko air masuk ke mesin motor. Air bisa nyusup lewat karburator, intake udara, atau seal yang udah aus. Kalau air bercampur sama oli, pelumasan jadi kacau dan muncul karat di bagian vital kayak piston dan silinder. 

Bahkan, kalau air sampai masuk ruang bakar, bisa terjadi hydro lock alias mesin terkunci. Dampaknya? Mesin bisa langsung rusak total.

4. Air Radiator Jarang Diganti

Buat motor dengan pendingin cair, radiator itu kunci penting biar mesin nggak overheat. Kalau kamu jarang ganti air radiator, endapan kotoran dan karat bisa nyumbat aliran pendingin. 

Mesin jadi gampang panas, kepala silinder bisa melengkung, sampai ring piston keras. Supaya aman, sebaiknya ganti air radiator tiap 1 tahun atau 10.000 km dengan cairan yang sesuai rekomendasi pabrikan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore