Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 Juli 2025 | 22.40 WIB

Perdebatan Mobil Listrik dan Mobil Bensin, Hyundai Ioniq 5 N Menjadi Sorotan

Hyundai IONIQ 5 N dirilis untuk konsumen di Indonesia di ajang GIIAS 2024. (Rian Alfianto/JawaPos.com) - Image

Hyundai IONIQ 5 N dirilis untuk konsumen di Indonesia di ajang GIIAS 2024. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

JawaPos.com - Dalam dunia otomotif saat ini, perdebatan antara mobil listrik (EV) dan mobil bermesin pembakaran konvensional (ICE) seakan tak ada habisnya. Banyak orang masih terbelah, ada yang mulai jatuh hati pada keheningan dan kecepatan instan EV, tapi tak sedikit pula yang tetap setia pada sensasi shifting manual dan suara raungan mesin bakar.

Salah satu contoh mobil listrik yang bikin banyak orang berubah pikiran soal EV adalah Hyundai Ioniq 5 N. Sebab, ini bukan EV biasa. Mobil ini membuktikan bahwa performa tinggi dan keseruan berkendara tak harus datang dari mesin bensin. Dengan fitur-fitur seperti suara mesin palsu, transmisi virtual, dan pengaturan sasis yang tajam, Ioniq 5 N menyasar para penggemar kecepatan yang dulu ogah melirik EV.

Namun, tidak semua orang sepakat.

Dalam wawancara bersama Car Magazine, Tyrone Johnson, kepala teknis Hyundai Eropa yang juga mantan insinyur Ford RS, menegaskan pandangan yang berbeda.

“Kalau mau cepat, tak ada yang lebih baik dari EV," ungkapnya mengutip Carscoops.

Dia menyatakan fitur-fitur klasik seperti transmisi manual, rem tangan tradisional, dan instrumen analog sudah ditinggalkan zaman. Padahal, mobil-mobil seperti Toyota GR Yaris atau Hyundai i20 N dan Elantra N yang masih menawarkan transmisi manual, tetap punya pasar tersendiri. 

Mereka menjadi simbol resistensi dari kalangan pengemudi yang menikmati 'rasa' berkendara secara penuh, getaran mesin, deru knalpot, dan perasaan menguasai kendaraan dengan tangan sendiri.

Meski begitu, Johnson tetap yakin performa sejati kini ada di ranah listrik. Banyak mobil performa modern masih 'mengecewakan' jika dibandingkan dengan Ioniq 5 N.

Yang menarik, Hyundai tahu bahwa nostalgia masih punya tempat. Itu sebabnya mereka menyisipkan sensasi buatan seperti suara mesin dan simulasi gigi pada Ioniq 5 N, demi menjaga keterhubungan emosional antara pengemudi dan mobil.

Jadi, apakah mobil listrik seperti Ioniq 5 N cukup untuk menggeser mobil manual dari hati para penggemar otomotif? Mungkin belum sepenuhnya. Tapi satu hal jelas, masa depan mobil performa kini sedang ditulis ulang, dan tenaga listrik mulai dipandang.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore