Pengunjung melihat mobil terbaru truk listrik Foton Indonesia eMiler di Jakarta, Kamis (24/4/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Revolusi kendaraan listrik tak lagi terbatas pada mobil pribadi. Di Eropa hingga Amerika Serikat (AS), truk dan bus listrik kini menjadi simbol transformasi sektor transportasi menuju masa depan rendah emisi.
Indonesia pun tak mau tertinggal. Pemerintah tengah menyusun skema insentif khusus bagi kendaraan niaga ramah lingkungan, termasuk truk dan bus listrik, demi mendukung target ambisius net zero emission (NZE) yang dipercepat menjadi 2050 untuk sektor manufaktur.
Menurut Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, insentif akan difokuskan pada kendaraan niaga berbasis teknologi hijau yang mendukung prinsip green mobility.
"Pemerintah terus menyiapkan skema insentif yang konkret. Tantangannya, bagaimana para produsen, termasuk pembuat truk dan bus, bisa mempercepat realisasi kendaraan yang ramah lingkungan,” ujar Agus dalam peresmian pabrik baru Daimler Commercial Vehicle Indonesia (DCVI) di Cikarang, Jawa Barat, Selasa (10/6).
Insentif itu nantinya diberikan berdasarkan sejumlah indikator utama. Yaitu, seberapa ramah lingkungan teknologi yang digunakan, serta tingkat kandungan lokal atau TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri). "Kita buka peluang untuk semua jenis teknologi, asalkan orientasinya jelas, menuju kelestarian lingkungan,” tambahnya.
Agus mengungkapkan, pemerintah telah lebih dulu menggulirkan insentif untuk bus listrik. Kini, giliran truk listrik yang menjadi prioritas dengan skema yang masih difinalisasi.
Namun, Agus belum bisa memastikan apakah besaran insentif untuk kendaraan niaga ini akan setara dengan yang sudah diberikan kepada mobil listrik. "Masih dalam pembahasan. Tapi prinsipnya, apa pun yang mengarah pada green mobility pasti akan kami dukung,” katanya.
Pelaku industri menyambut positif sinyal kuat dari pemerintah itu. Presiden Direktur DCVI Sankaranarayanan Ramamurthi menuturkan, rencana insentif ini sebagai langkah awal yang menggembirakan, meskipun masih jauh dari cukup.
“Ini kabar baik, tapi kita perlu lebih dari sekadar insentif. Untuk mendorong adopsi kendaraan listrik secara masif, ekosistemnya juga harus disiapkan, mulai dari teknologi pendukung hingga infrastruktur pengisian daya,” ujarnya.
Pria yang biasa disapa Sankar itu menyebut, pembelian truk listrik oleh pelaku usaha didasarkan pada pertimbangan ekonomi yang ketat. "Keputusan pembelian bersifat rasional dan didasarkan pada efisiensi biaya operasional. Kalau biaya listrik dan diesel belum terlalu berbeda, maka insentif menjadi sangat krusial," tegasnya.
Dia menekankan pentingnya dukungan infrastruktur, seperti stasiun pengisian daya yang memadai, untuk menjamin kelangsungan operasional truk listrik di lapangan.
Secara global, adopsi truk listrik sedang mengalami pertumbuhan signifikan. Raksasa otomotif seperti Tesla, Volvo, Daimler, hingga BYD telah mengembangkan truk listrik berdaya jelajah tinggi, bahkan siap digunakan dalam logistik berat dan pengangkutan jarak jauh.
Uni Eropa dan Tiongkok bahkan telah memberlakukan insentif besar-besaran serta kebijakan yang mendorong elektrifikasi kendaraan niaga sebagai bagian dari strategi pengurangan emisi karbon.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
