
Direktur Utama PT Jasa Berdikari Logistics Tbk, James Budiarto. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Indonesia Timur menjadi salah satu alasan utama perusahaan logistik mulai melirik kendaraan listrik sebagai solusi operasional. Kondisi tersebut bahkan mendorong keputusan investasi besar hingga ratusan unit truk listrik untuk operasional di luar Pulau Jawa.
Hal itu diungkapkan oleh PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (JBL) yang resmi menggandeng Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) melalui kemitraan strategis perolehan fasilitas pembiayaan hijau (green loan) senilai total Rp150 miliar.
Langkah ini sekaligus menandai era baru transformasi industri logistik nasional menuju ke arah ramah lingkungan.
Direktur Utama PT JBL, James Budiarto, menjelaskan, dalam tahap awal pada Juni, total 50 unit truk listrik siap direalisasikan untuk operasional. Unit kendaraan tersebut berbentuk completely knocked down (CKD) yang proses perakitan dilakukan PT Indomobil.
“Rencananya yang tadi saya katakan, in total adalah 500 unit (hingga 2030). Itu akan direalisir secara bertahap. Harapan kita minimal tahun ini sekitar 100 unit yang akan direalisasikan,” kata James di Tangerang Selatan, Senin (25/5).
Menurutnya, sejak awal truk listrik model N90 tipe boks tersebut memang diproyeksikan untuk operasional di luar Jawa. Karena itu, perusahaan membangun kolaborasi dengan sejumlah pihak untuk memastikan kendaraan dapat berjalan optimal.
Dalam kerja sama tersebut, perusahaan bertindak sebagai pengguna kendaraan, sementara produsen kendaraan listrik JAC menyediakan unit kendaraan dan Indomobil menjadi distributor di Indonesia. Selain itu, perusahaan juga menggandeng vendor charging station untuk mendukung kebutuhan pengisian daya dan infrastruktur kelistrikan.
“Yang kita butuhkan ini bukan semata-mata plug-nya saja, tapi yang kita butuhkan adalah solution untuk permasalahan yang ada,” katanya.
Ia mengungkapkan, ide penggunaan kendaraan listrik muncul setelah dirinya bersama rekannya melakukan perjalanan ke Tiongkok pada 2022 untuk mencari solusi atas persoalan logistik di Indonesia Timur.
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia sangat besar, namun distribusi logistik di daerah tersebut kerap terkendala pasokan BBM.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
