
Tiga Brand Tiongkok yang debut di IIMS 2025. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Ledakan tren kendaraan listrik di Tiongkok bukan sekadar kisah sukses teknologi ramah lingkungan. Di balik lonjakan penjualan dan deretan mobil futuristik, ada drama besar yang sedang berlangsung, yakni perang harga habis-habisan yang mengubah pasar menjadi ajang baku hantam diskon.
Selama beberapa tahun terakhir, para produsen mobil listrik Tiongkok saling sikut dengan potongan harga agresif demi menguasai pasar yang tumbuh pesat.
Dan hasilnya? Penjualan melonjak, tapi begitu juga dengan kekhawatirannya. Pemerintah pusat mulai angkat bicara, menyerukan diakhirinya kompetisi brutal yang kini dianggap “involusioner", istilah populer yang merujuk pada persaingan yang makin merugikan semua pihak.
Regulator bahkan memanggil langsung para bos besar merek EV ke Beijing, meminta mereka untuk “mengatur diri sendiri” sebelum pasar makin kacau.
Tak tanggung-tanggung, Perdana Menteri Li Qiang pun menyinggung soal ini dalam laporan kerja tahunannya, menegaskan bahwa ini bukan sekadar urusan bisnis, tapi stabilitas industri masa depan.
Harga mobil listrik dan hibrida di Tiongkok telah turun hingga 19 persen dalam dua tahun terakhir, rata-rata sekarang hanya sekitar CNY 165.000 atau berkisar Rp 374 jutaan. Tapi apakah harga serendah itu benar-benar berkelanjutan?
Analis dan para CEO seperti He Xiaopeng (Xpeng) skeptis. Mereka menyebut fase ini baru "hidangan pembuka" dari persaingan yang lebih ganas di tahun-tahun mendatang.
Dengan pasokan kendaraan yang masih jauh melampaui permintaan, banyak yang percaya bahwa perang harga paling berdarah justru belum dimulai. Demikian dilansir dari Carscoops, Senin (9/6).
Asosiasi industri menyuarakan kekhawatiran yang sama, bahkan secara halus menyindir BYD sebagai pemicu gelombang diskon besar-besaran. Kini, tantangan bagi Tiongkok bukan hanya memimpin dunia dalam transisi ke kendaraan listrik, tapi juga menyelamatkan industrinya dari membakar diri sendiri dalam prosesnya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
