Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Mei 2025 | 00.06 WIB

Ketidakpastian Pemerintah Terkait Subsidi Menghambat Pertumbuhan Pasar Motor Listrik Indonesia.

Ilustrasi: Motor listrik lokal, Maka Cavalry. (Istimewa). - Image

Ilustrasi: Motor listrik lokal, Maka Cavalry. (Istimewa).

JawaPos.com - Seperti diketahui penjualan kendaraan listrik untuk roda dua tak sebaik tahun sebelumnya. Daya beli konsumen menurun yang disebabkan beberapa faktor salah satunya hilangnya subsidi yang pernah diberikan pemerintah.

Ini menyebabkan para pelaku di industri sepeda motor listrik di Indonesia sangat berharap kepastian kebijakan insentif dari pemerintah. Adanya subsidi Rp7.000.000 di tahun 2024 terbukti ampuh mendongkrak penjualan hingga mencapai 63.000 unit, melonjak tajam dari 11.000 unit di tahun Sebelumnya.

Saat itu pasar sepeda motor listrik yang sempat lesu merangsek naik dalam penjualan. Para produsen optimistis bahwa dukungan pemerintah sangat krusial untuk mencapai target penjualan yang ambisius.

Namun di 2025 tak sedikit tantangan yang dihadapi industri otomotif nasional, mulai dari wacana relaksasi TKDN, dibukanya pintu impor, hingga ketidakjelasan kebijakan subsidi kendaraan listrik.

Kondisi ini menciptakan kegelisahan di pasar dan menyebabkan perlambatan penjualan yang signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Sektor sepeda motor listrik merasakan dampak paling nyata dari ketidakpastian subsidi. Penjualan kuartal I saja hanya mampu mengkoleksi angka 2.000 unit (jauh dari target pemerintah 200.000 unit hingga akhir tahun), terindikasi kuat akibat konsumen menahan diri dan menunggu kepastian program subsidi.

Para pelaku di industri sepeda motor listrik sangat berharap Pemerintah segera mengumumkan kelanjutan atau perubahan skema subsidi kendaraan listrik.

Pasalnya dengan lambat nya hal ini menciptakan kelambatan penjualan, meskipun beberapa produsen mengotak atik strategi agar bisa mendapat respon positif pasar.

Meskipun kondisi seperti sekarang, salah satu produsen sepeda motor listrik Maka Motors tetap optimistis bahwa produk-produknya akan terus diminati oleh konsumen Indonesia.

Kualitas yang unggul dan performa yang dirancang sesuai dengan karakter serta kebutuhan pengendara di Indonesia menjadi fondasi optimisme, terlepas dari kelanjutan program subsidi.

CEO & Founder Maka Motors, Raditya Wibowo mengungkapkan, Selasa (27/5) bahwa ketidakpastian mengenai kelanjutan subsidi sepeda motor listrik cukup kontraproduktif. Menurutnya ini menciptakan kebimbangan baik untuk pelaku industri maupun konsumen.

"Kita sudah melihat bagaimana insentif di tahun 2024 mampu mengakselerasi adopsi motor listrik. Tapi, yang lebih mendesak saat ini adalah kejelasan dari pemerintah. Apakah subsidi akan dilanjutkan atau tidak, keputusan itu penting untuk segera diumumkan," ujarnya.

Raditya menambahkan bahwa jangan biarkan konsumen terus berada dalam ketidakpastian yang justru sangat menghambat pertumbuhan pasar motor listrik Indonesia.

"Kami sangat berharap pengumuman dan implementasi kebijakan subsidi yang jelas dapat dilakukan paling lambat pada semester pertama tahun 2025, sehingga momentum positif adopsi kendaraan listrik dapat terus terjaga,” kata Raditya Wibowo

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore