Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Mei 2025 | 13.37 WIB

5 Rekomendasi Ban Mobil Ramah Lingkungan: Bantu Menghemat Energi dan Minim Emisi Karbon

Ilustrasi mengganti ban ramah lingkungan. (Pexels/Photo by Andrea Piacquadio) - Image

Ilustrasi mengganti ban ramah lingkungan. (Pexels/Photo by Andrea Piacquadio)

JawaPos.com — Selain untuk meningkatkan performa, kenyamanan dan keamanan berkendara. Memilih ban mobil yang ramah lingkungan juga bisa berdampak pada penggunaan bahan bakar mobil dan emisi gas buang.

Selama berkendara, emisi karbon yang keluar dapat berdampak buruk pada lingkungan. Selain menyebabkan polusi, emisi karbon dari kendaraan juga dapat berkontribusi pada pemanasan global yang menyebabkan laju suhu panas bumi semakin meningkat.

Dilansir dari laman Nokian Tyres, setiap berkendara, lebih dari 80 persen jejak karbon dilepas ke bumi. Dengan memilih dan merawat ban kendaraan yang tepat dan baik. Pengendara dapat meningkatkan efisiensi atas energi yang digunakan. Serta berkontribusi baik bagi lingkungan.

Apa Itu Ban Ramah Lingkungan?

Ban ramah lingkungan hadir sebagai teknologi yang dirancang agar mampu menyesuaikan kebutuhan pengendara dan dampaknya pada lingkungan. Lebih dari sekedar produk, ban ramah lingkungan hadir untuk efisiensi energi dan mengurangi emisi tanpa harus mengorbankan kenyamanan dan keamanan berkendara.

Dilansir dari Tires Easy, ban ramah lingkungan umumnya memiliki dua karakteristik:

1. Material Ban Mobil yang Berkelanjutan

Ban ramah lingkungan terbuat dari bahan dan proses alami yang lebih berkelanjutan. Karet yang digunakan sebagai bahan dasar ban berbeda dengan karet sintetis.

Salah satu bahan ban mobil yang ramah lingkungan antara lain adalah karet dari bunga Dandelion, pohon karet Para, dan pohon karet Panama atau Castilla elastik. Karet-karet berbahan alami ini berbeda dengan karet sintetis yang umumnya digunakan pada ban kendaraan secara umum.

Karet sintetis sendiri terbuat dari karet sintetis yang merupakan hasil dari campuran karet dan olahan bahan kimia berbasis minyak bumi. Walaupun pada dasarnya sama-sama terbuat dari karet, karet alami memiliki jejak karbon lebih rendah dan dapat diperbarui secara berkelanjutan.

Sementara itu, karet sintetis dibuat dari campuran antara karet dan bahan kimia yang berasal dari olahan minyak bumi. Meskipun keduanya berbahan dasar karet, karet alami lebih ramah lingkungan karena memiliki jejak karbon yang lebih rendah dan bersifat terbarukan.

2. Hambatan Gulir (Rolling Resistance) Rendah

Dilansir dari laman NTB, hambatan bergulir merupakan jumlah energi yang harus dikeluarkan untuk menjaga ban mobil tetap bergulir atau berputar. Karena berkaitan dengan kecepatan laju, maka berdampak pada konsumsi bahan bakar kendaraan dalam hal ini adalah mobil.

Semakin rendah energi yang dikeluarkan maka akan semakin rendah pula bahan kendaraan yang dibutuhkan oleh kendaraan.

Tips Memilih Ban Ramah Lingkungan

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore