
Ilustrasi mengganti ban ramah lingkungan. (Pexels/Photo by Andrea Piacquadio)
JawaPos.com — Selain untuk meningkatkan performa, kenyamanan dan keamanan berkendara. Memilih ban mobil yang ramah lingkungan juga bisa berdampak pada penggunaan bahan bakar mobil dan emisi gas buang.
Selama berkendara, emisi karbon yang keluar dapat berdampak buruk pada lingkungan. Selain menyebabkan polusi, emisi karbon dari kendaraan juga dapat berkontribusi pada pemanasan global yang menyebabkan laju suhu panas bumi semakin meningkat.
Dilansir dari laman Nokian Tyres, setiap berkendara, lebih dari 80 persen jejak karbon dilepas ke bumi. Dengan memilih dan merawat ban kendaraan yang tepat dan baik. Pengendara dapat meningkatkan efisiensi atas energi yang digunakan. Serta berkontribusi baik bagi lingkungan.
Apa Itu Ban Ramah Lingkungan?
Ban ramah lingkungan hadir sebagai teknologi yang dirancang agar mampu menyesuaikan kebutuhan pengendara dan dampaknya pada lingkungan. Lebih dari sekedar produk, ban ramah lingkungan hadir untuk efisiensi energi dan mengurangi emisi tanpa harus mengorbankan kenyamanan dan keamanan berkendara.
Dilansir dari Tires Easy, ban ramah lingkungan umumnya memiliki dua karakteristik:
1. Material Ban Mobil yang Berkelanjutan
Ban ramah lingkungan terbuat dari bahan dan proses alami yang lebih berkelanjutan. Karet yang digunakan sebagai bahan dasar ban berbeda dengan karet sintetis.
Salah satu bahan ban mobil yang ramah lingkungan antara lain adalah karet dari bunga Dandelion, pohon karet Para, dan pohon karet Panama atau Castilla elastik. Karet-karet berbahan alami ini berbeda dengan karet sintetis yang umumnya digunakan pada ban kendaraan secara umum.
Karet sintetis sendiri terbuat dari karet sintetis yang merupakan hasil dari campuran karet dan olahan bahan kimia berbasis minyak bumi. Walaupun pada dasarnya sama-sama terbuat dari karet, karet alami memiliki jejak karbon lebih rendah dan dapat diperbarui secara berkelanjutan.
Sementara itu, karet sintetis dibuat dari campuran antara karet dan bahan kimia yang berasal dari olahan minyak bumi. Meskipun keduanya berbahan dasar karet, karet alami lebih ramah lingkungan karena memiliki jejak karbon yang lebih rendah dan bersifat terbarukan.
2. Hambatan Gulir (Rolling Resistance) Rendah
Dilansir dari laman NTB, hambatan bergulir merupakan jumlah energi yang harus dikeluarkan untuk menjaga ban mobil tetap bergulir atau berputar. Karena berkaitan dengan kecepatan laju, maka berdampak pada konsumsi bahan bakar kendaraan dalam hal ini adalah mobil.
Semakin rendah energi yang dikeluarkan maka akan semakin rendah pula bahan kendaraan yang dibutuhkan oleh kendaraan.
Tips Memilih Ban Ramah Lingkungan

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
