Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 Mei 2025, 20.04 WIB

Pengertian dan Fungsi Angka Oktan dalam Bahan Bakar Kendaraan

Ilustrasi bahan bakar kendaraan (Dok. iStockphoto) - Image

Ilustrasi bahan bakar kendaraan (Dok. iStockphoto)

JawaPos.com - Angka oktan adalah ukuran kestabilan bahan bakar terhadap pembakaran spontan dalam mesin, khususnya saat mengalami tekanan dan suhu tinggi. Semakin tinggi angka oktan, semakin tahan bahan bakar tersebut terhadap detonasi atau knocking yang tidak diinginkan.
 
Knocking atau detonasi terjadi ketika bahan bakar terbakar sendiri sebelum waktunya, biasanya akibat tekanan tinggi dalam ruang bakar. Kondisi ini bisa menyebabkan suara ketukan keras dan merusak komponen mesin seperti piston dan silinder.
 
Untuk menghindari knocking, produsen mobil merancang mesin dengan rasio kompresi tertentu dan menyesuaikannya dengan bahan bakar beroktan yang sesuai. Mesin dengan rasio kompresi tinggi memerlukan bahan bakar beroktan tinggi agar pembakaran berlangsung stabil dan efisien.
 
 
Angka oktan sendiri diperoleh dari rata-rata dua metode pengujian: Research Octane Number (RON) dan Motor Octane Number (MON). Kedua metode ini dilakukan dalam kondisi pengujian berbeda, dan hasil akhirnya dirata-ratakan dalam formula (R+M)/2 yang tertera pada pompa bensin.
 
Bahan bakar dengan angka oktan rendah seperti 87 umumnya digunakan untuk kendaraan biasa dengan mesin standar. Sedangkan bahan bakar dengan angka oktan tinggi seperti 91–94 dibutuhkan oleh mobil-mobil dengan performa tinggi atau mesin turbo yang menghasilkan tekanan besar dalam ruang bakar.
 
Penggunaan bahan bakar dengan angka oktan yang tidak sesuai dapat menurunkan efisiensi dan mempercepat keausan mesin. Di sisi lain, menggunakan bahan bakar beroktan lebih tinggi dari yang dibutuhkan biasanya tidak memberi manfaat tambahan dan hanya membuang biaya.
 
Angka oktan juga menjadi indikator penting dalam teknologi kendaraan modern yang mengandalkan sensor pembakaran dan sistem injeksi bahan bakar canggih. Mesin-mesin terbaru umumnya dilengkapi sensor knock yang bisa menyesuaikan waktu pengapian, tetapi tetap terbatas jika bahan bakar tidak sesuai spesifikasi.
 
Konsumen sering kali keliru mengira bahwa bahan bakar beroktan tinggi pasti lebih bagus untuk semua jenis mobil. Padahal, angka oktan bukan soal "bagus" atau "jelek", melainkan soal kecocokan antara jenis bahan bakar dan spesifikasi mesin kendaraan.
 
Dengan memahami arti dan fungsi angka oktan, pengguna kendaraan dapat mengambil keputusan yang tepat dalam memilih bahan bakar. Selain menjaga performa, hal ini juga membantu memperpanjang usia mesin dan menghemat biaya operasional dalam jangka panjang.
 
Editor: Candra Mega Sari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore