Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 13 April 2025 | 02.35 WIB

Mengenal Cara Kerja Baterai Solid-State pada Mobil Listrik, Teknologi Masa Depan yang Menjanjikan di Dunia Otomotif

Ilustrasi mobil listrik mengisi daya. (istockphoto) - Image

Ilustrasi mobil listrik mengisi daya. (istockphoto)

JawaPos.com – Perusahaan otomotif besar seperti Honda dan Toyota tengah berlomba mengembangkan teknologi baterai solid-state untuk kendaraan listrik (EV). 

Teknologi ini digadang-gadang sebagai lompatan besar dalam dunia baterai. Menjanjikan pengisian ulang lebih cepat, keamanan yang lebih baik, serta kepadatan energi yang lebih tinggi dibandingkan baterai lithium-ion konvensional.

Baterai solid-state menggantikan elektrolit cair yang digunakan dalam baterai lithium-ion dengan bahan padat. Elektrolit ini berfungsi sebagai medium yang memungkinkan pergerakan ion antara anoda dan katoda selama proses pengisian dan pelepasan daya. 

Dengan menggunakan bahan padat, baterai solid-state berpotensi mengurangi risiko kebakaran dan meningkatkan efisiensi penyimpanan energi.

Keunggulan dan tantangan

Selain menawarkan keamanan lebih tinggi, baterai solid-state dapat menggunakan anoda berbahan lithium murni, yang memiliki kapasitas penyimpanan energi jauh lebih besar dibandingkan anoda grafit yang lazim digunakan saat ini. 

Bahkan, Toyota mengklaim bahwa teknologi ini dapat meningkatkan jangkauan kendaraan hingga 70 persen dan memangkas waktu pengisian daya dari 30 menit menjadi hanya 10 menit.

Namun, tantangan dalam pengembangan baterai solid-state tidak sedikit. Lithium murni sangat reaktif dan mudah terbakar, sehingga para produsen harus memastikan baterai tetap aman dalam berbagai kondisi. 

Selain itu, biaya produksi yang tinggi serta kesulitan membawa teknologi ini dari laboratorium ke produksi massal membuat banyak perusahaan masih berhati-hati.

Langkah Honda dan perusahaan lainnya

Honda pada November lalu mengumumkan pembangunan lini produksi uji untuk baterai solid-state. Langkah ini bertujuan memahami proses manufaktur dan bahan yang paling efisien untuk skala produksi tinggi. 

Sementara itu, stellantis bersama mitra teknologinya, Factorial, berencana menguji baterai semi-solid-state pada armada Dodge Charger Daytona EV mulai 2026.

Tak kalah ambisius, perusahaan otomotif Tiongkok, Chery, mengklaim tengah mengembangkan jalur produksi baterai all-solid-state pertama di dunia dengan kapasitas lebih dari 1 GWh. Cukup untuk menyuplai 100.000 kendaraan listrik.

Menuju produksi massal

Meskipun telah dikembangkan sejak lebih dari satu dekade lalu, baterai solid-state masih belum diproduksi secara massal untuk kendaraan listrik. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore