
PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN4) meminang DFSK Gelora E sebagai kendaraan operasionalnya di wilayah Sumatera Utara.
JawaPos.com - Pemerintah memberikan insentif fiskal berupa Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) DTP sebesar 3% untuk mobil hybrid (HEV) mulai 1 Januari 2025. Insentif ini berlaku sampai dengan akhir tahun 2025.
Insentif ini diharapkan dapat menekan kenaikan harga mobil hybrid. Beberapa merek yang berjualan di Indonesia menyambut positif hal tersebut, karena hal ini telah ditunggu lama.
Pastinya Insentif ini berlaku untuk mobil hybrid yang memenuhi ketentuan tertentu, misalnya insentif ini diberikan untuk mobil hybrid produksi lokal.
Harus diakui pasar mobil hybrid dan listrik di Indonesia terus meningkat, didorong oleh keinginan masyarakat untuk mobil ramah lingkungan dan dukungan pemerintah.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), penjualan whole sales (pabrik ke dealer) mobil hybrid nasional mencapai 56.812 unit sepanjang 2024. Angka ini tumbuh 4,86 persen year on year (YoY) dibanding periode yang sama tahun 2023 lalu.
Sementara penjualan mobil listrik nasional mencapai 42.889 unit hingga akhir 2024. Walau begitu, pertumbuhan penjualan mobl listrik cukup pesat yakni 151,53 persen YoY dibanding tahun 2023 lalu.
Ini artinya mobil hybrid mendominasi pasar kendaraan elektrifikasi Indonesia. Meskipun begitu peluang ini tidak semua merek memanfaatkan hal ini. Salah satunya PT Sokonindo Automobile yang hanya bermain di mobil listrik dan ICE.
Hal ini sempat ditegaskan langsung Cing Hok Rifin, Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile di ajang IIMS 2025 beberapa waktu lalu.
"Sebagai pengurus periklindo kita tidak mau main hybrid, namun itu tidak menutup kemungkinan kita punya produk itu. Kedepannya mungkin tapi hingga saat ini belum ada rencana, ya tergantung market nya nanti," ujarnya kepada JawaPos.com.
Cing Hok Rifin menambahkan bila bicara market, mobil hybrid memang (pasar) lebih baik dari pada EV untuk saat ini.
"Kita lihat nanti bagaimana perkembangannya, lagi lagi pemerintah juga sangat berpengaruh, kita lihat nantilah," ujarnya.
Seperti diketahui Line up mobil listrik besutan PT Sokonindo Automobile hanya ada dua yaitu Gelora E yang bermain disegmen komersial dan Seres E1 yang bermain di segmen mini EV bersaing dengan Wuling Air EV.
Sayangnya penjualan Seres E1 tak semoncer saudaranya Gelora E yang lawannya sedikit bahkan bisa dikatakan tak mempunyai rival yang sepadan.
Namun untuk mendongkrak penjualan Seres E1 rupanya sedang terapkan strategi baru mengubahnya sebagai mobil Blind hasil ubahan rumah modifikasi untuk komersil.
"Saat ini market mobil listrik hanya 5% dan itu dibagi 21 brand yang sudah jualan di Indonesia. Berbeda dengan dulu meskipun hanya 2% pemainnya hanya 3 yaitu Wuling, DFSK dan Hyundai. Makanya harus kita develop mulai sekarang dan lima tahun lagi akan menuai hasilnya saat market sudah 30 persen," ujarnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
