Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Maret 2025 | 14.00 WIB

Pemerintah Berikan Insentif Mobil Hybrid, DFSK Tak Tertarik

PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN4) meminang DFSK Gelora E sebagai kendaraan operasionalnya di wilayah Sumatera Utara. - Image

PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN4) meminang DFSK Gelora E sebagai kendaraan operasionalnya di wilayah Sumatera Utara.

JawaPos.com - Pemerintah memberikan insentif fiskal berupa Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) DTP sebesar 3% untuk mobil hybrid (HEV) mulai 1 Januari 2025. Insentif ini berlaku sampai dengan akhir tahun 2025. 

Insentif ini diharapkan dapat menekan kenaikan harga mobil hybrid. Beberapa merek yang berjualan di Indonesia menyambut positif hal tersebut, karena hal ini telah ditunggu lama.

Pastinya Insentif ini berlaku untuk mobil hybrid yang memenuhi ketentuan tertentu, misalnya insentif ini diberikan untuk mobil hybrid produksi lokal.

Harus diakui pasar mobil hybrid dan listrik di Indonesia terus meningkat, didorong oleh keinginan masyarakat untuk mobil ramah lingkungan dan dukungan pemerintah. 

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), penjualan whole sales (pabrik ke dealer) mobil hybrid nasional mencapai 56.812 unit sepanjang 2024. Angka ini tumbuh 4,86 persen year on year (YoY) dibanding periode yang sama tahun 2023 lalu.

Sementara penjualan mobil listrik nasional mencapai  42.889 unit hingga akhir 2024. Walau begitu, pertumbuhan penjualan mobl listrik cukup pesat yakni 151,53 persen YoY dibanding tahun 2023 lalu.

Ini artinya mobil hybrid mendominasi pasar kendaraan elektrifikasi Indonesia. Meskipun begitu peluang ini tidak semua merek memanfaatkan hal ini. Salah satunya PT Sokonindo Automobile yang hanya bermain di mobil listrik dan ICE.

Hal ini sempat ditegaskan langsung Cing Hok Rifin, Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile di ajang IIMS 2025 beberapa waktu lalu.

"Sebagai pengurus periklindo kita tidak mau main hybrid, namun itu tidak menutup kemungkinan kita punya produk itu. Kedepannya mungkin tapi hingga saat ini belum ada rencana, ya tergantung market nya nanti," ujarnya kepada JawaPos.com.

Cing Hok Rifin menambahkan bila bicara market, mobil hybrid memang (pasar) lebih baik dari pada EV untuk saat ini.

"Kita lihat nanti bagaimana perkembangannya, lagi lagi pemerintah juga sangat berpengaruh, kita lihat nantilah," ujarnya.

Seperti diketahui Line up mobil listrik besutan PT Sokonindo Automobile hanya ada dua yaitu Gelora E yang bermain disegmen komersial dan Seres E1 yang bermain di segmen mini EV bersaing dengan Wuling Air EV.

Sayangnya penjualan Seres E1 tak semoncer saudaranya Gelora E yang lawannya sedikit bahkan bisa dikatakan tak mempunyai rival yang sepadan.

Namun untuk mendongkrak penjualan Seres E1 rupanya sedang terapkan strategi baru mengubahnya sebagai mobil Blind hasil ubahan rumah modifikasi untuk komersil.

"Saat ini market mobil listrik hanya 5% dan itu dibagi 21 brand yang sudah jualan di Indonesia. Berbeda dengan dulu meskipun hanya 2% pemainnya hanya 3 yaitu Wuling, DFSK dan Hyundai. Makanya harus kita develop mulai sekarang dan lima tahun lagi akan menuai hasilnya saat market sudah 30 persen," ujarnya.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore