
Hyundai saat luncurkan program Courtesy Car untuk memperkuat layanan purna jual ke konsumen. (Istimewa)
JawaPos.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar, dalam beberapa tahun terakhir mulai mengubah peta pasar otomotif di Indonesia. Mobil penumpang bermesin diesel yang dulu identik dengan efisiensi kini mulai kehilangan daya tarik.
Per April 2026, harga solar subsidi (Biosolar/CN 48) di seluruh Indonesia ditetapkan stabil di Rp6.800 per liter. Sementara itu, solar nonsubsidi (non-subsidi) mengalami kenaikan signifikan, dengan Dexlite (CN 51) mencapai Rp23.600 per liter dan Pertamina Dex (CN 53) seharga Rp23.900 per liter
Mobil penumpang bermesin diesel yang sebelumnya dikenal irit dan tangguh, kini dipertimbangkan ulang bagi sebagian konsumen. Perubahan ini bukan tanpa alasan.
Harga solar yang terus meningkat membuat biaya operasional kendaraan diesel menjadi kurang kompetitif dibandingkan alternatif lain seperti bensin, hybrid, hingga kendaraan listrik.
Selain itu, pembatasan distribusi solar subsidi juga ikut membatasi akses masyarakat terhadap bahan bakar tersebut.
Di sisi lain, kesadaran terhadap efisiensi dan keberlanjutan juga semakin tinggi. Konsumen kini tidak hanya mempertimbangkan konsumsi bahan bakar, tetapi juga biaya perawatan, kenyamanan, hingga dampak lingkungan.
Melihat kondisi tersebut, Hyundai tetap mempertahankan strategi menghadirkan pilihan produk dan teknologi yang beragam. Mulai dari mesin konvensional (ICE), kendaraan listrik (EV), hingga hybrid, semuanya disiapkan untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus berubah.
“Hyundai masih konsisten dengan prinsip menyediakan lini produk dan powertrain yang lengkap, serta layanan premium dengan harga yang tetap terjangkau. Pilihan ICE, EV, dan hybrid memberi fleksibilitas bagi konsumen dalam menentukan solusi mobilitas di tengah tantangan kenaikan harga solar,” ujar Chief Operating Officer HMID Fransiscus Soerjopranoto saat dihubungi JawaPos, Kamis (23/4).
Menurutnya dalam konteks ini, model hybrid menjadi salah satu opsi yang semakin relevan. Kendaraan hybrid menawarkan efisiensi bahan bakar lebih baik tanpa ketergantungan penuh pada infrastruktur pengisian listrik.
"Beberapa model seperti Hyundai Palisade Hybrid dan Hyundai Santa Fe Hybrid disebut sebagai alternatif yang menggabungkan kenyamanan, performa, serta efisiensi," kata beliau.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022