Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Februari 2025 | 21.54 WIB

Bersiap Lebih Awal sebelum Mudik Lebaran, 6 Cara Mencegah Rem Blong saat Perjalanan Jauh

Ilustrasi: Rem mobil kurang pakem bisa karena berbagai hal. (Suzuki) - Image

Ilustrasi: Rem mobil kurang pakem bisa karena berbagai hal. (Suzuki)

JawaPos.com - Bepergian jauh menggunakan mobil membutuhkan banyak persiapan matang pada kendaraan agar selama perjalanan dalam kondisi prima. Selain mesin, sektor pengereman juga tidak boleh luput dari perhatian karena menyangkut aspek keselamatan. Apalagi jika mobil terisi penuh dengan penumpang dan barang bawaan.

Hal itu membuat rem harus bekerja lebih keras dari biasanya. Jika tidak diantisipasi, akan timbul masalah karena rem mengalami malfungsi hingga akhirnya blong dan mengakibatkan kejadian yang tidak diinginkan. Namun bukan berarti rem blong tidak dapat dicegah jika pengguna mobil mengetahui komponen-komponen yang wajib diperiksa dan menghindari kebiasaan buruk saat menyetir.

Apalagi kurang lebih satu bulan lagi, sebagian besar masyarakat Indonesia akan melakukan mudik ke kampung halaman untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri 1446 H sehingga mobilitas perjalanan ke luar kota menggunakan mobil pribadi meningkat tajam.

Berikut ini adalah enam cara mencegah mobil mengalami rem blong saat digunakan bepergian jauh sehingga dapat selamat sampai tujuan:

Periksa Kampas Rem

Komponen paling mendasar untuk diperiksa adalah kampas rem. Jika sudah tipis, tidak perlu menunggu waktu lagi karena itu tandanya kampas rem harus segera diganti. Pada umumnya terdapat tiga gejala kampas rem sudah tipis.

Pertama, pedal rem dalam ketika diinjak sehingga perlu usaha ekstra untuk menghentikan laju mobil. Kedua, karena gejala pertama rem menjadi tidak pakem. Ketiga, rem mengeluarkan bunyi berdecit.

Periksa Kondisi Minyak Rem

Setelah kampas rem, komponen lain yang wajib diperiksa adalah minyak rem. Lihat level minyak rem di dalam tabung tinggal seberapa. Jika dirasa kurang, segera tambah. Selain itu, pemeriksaan di sekitar tabung minyak rem juga harus rutin dilakukan untuk mencegah potensi kebocoran, terutama pada sambungan selang.

Selang harus segera diganti kalau sudah getas. Begitu pula dengan pipa minyak rem jika terdapat risiko karat.

Periksa Tabung Minyak Rem

Setelah minyak rem, bagian selanjutnya yang harus diperiksa adalah tabungnya. Pastikan tutup tabung selalu tertutup rapat sehingga uap air yang bisa menyebabkan minyak rem menjadi tidak berfungsi normal tidak dapat masuk. Uap air dapat muncul dari kebocoran yang membuat udara masuk sehingga terjadi oksidasi.

Bagian dasar tabung juga tidak boleh terlewat saat pengecekan. Jangan malas untuk membersihkan dasar tabung minyak rem karena di bagian itu rawan timbul endapan lumpur dan lumut. Endapan-endapan tersebut yang bisa menghambat sirkulasi minyak rem sehingga memicu terjadinya rem blong.

Periksa Ketinggian Rem Tangan

Pemeriksaan rem tangan juga tidak kalah vital karena dapat menjadi rem darurat ketika rem utama mengalami blong. Bagi yang mobilnya masih menggunakan rem tangan mekanikal, cek ketinggiannya karena jangan sampai terlalu rendah.

Jika terlalu rendah akan menimbulkan kemacetan pada sistem rem. Hal itu karena semakin rendah posisi rem tangan berarti jarak kampas rem dengan piringan rem terlalu dekat yang berpotensi menyebabkan sistem pengereman menjadi tidak lancar. Ketinggian rem tangan yang disarankan adalah lima hingga delapan klik.

Menghindari Perilaku Buruk Saat Menyetir

Jika pengecekan komponen telah dilakukan, cara berikutnya untuk mencegah rem blong adalah menghindari perilaku buruk selama berkendara. Contohnya, mengemudi secara ugal-ugalan di jalan tol dan terlalu menggeber mobil melebihi batas kemampuannya. Kebiasaan ini yang membuat rem bekerja dua hingga tiga kali lebih keras sehingga pada satu titik tertentu sudah tidak sanggup lagi berfungsi.

Pada jalan menurun, usahakan untuk tidak terus memaksa mengerem penuh karena dapat menyebabkan beban kerja rem meningkat sehingga memperbesar potensi menjadi rem blong. Apalagi pada mobil bertransmisi otomatis yang minim engine brake.

Selain itu minimalkan menginjak pedal rem saat tidak dibutuhkan supaya panas akibat gaya gesek tidak sampai tersimpan di kaliper rem. Hal tersebut agar saat rem benar-benar dibutuhkan untuk menghentikan laju mobil, kampasnya masih bisa menekan cakram atau teromol.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore