Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Februari 2025 | 02.57 WIB

Mengenal Rem Udara yang Disebut Menjadi Pemicu Truk yang Kecelakaan Beruntun di Gerbang Tol Ciawi 2

Petugas evakuasi kendaraan roda empat di Gerbang Tol Ciawi, Kota Bogor, Jawa Barat. (Sofyansyah / Radar Bogor) - Image

Petugas evakuasi kendaraan roda empat di Gerbang Tol Ciawi, Kota Bogor, Jawa Barat. (Sofyansyah / Radar Bogor)

JawaPos.com - Truk pengangkut air galon mengalami kecelakaan beruntun di Gerbang Tol (GT) Ciawi 2, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Selasa malam (4/2), sekitar pukul 23.30.

Ada beberapa fakta di balik insiden nahas tersebut. Di antaranya, kecelakaan dipicu oleh rem truk pengangkut air galon blong. Truk menabrak enam mobil lainnya. Akibatnya, delapan orang dinyatakan meninggal dan sebelas lainnya mengalami luka-luka.

Adapun kecelakaan terjadi ketika truk tronton mengalami rem blong saat mendekati GT Ciawi 2. Truk tersebut menabrak lima minibus yang sedang mengantre di gerbang tol. Selain itu, tiga mobil terbakar di lokasi kejadian. Akibat insiden ini, GT Ciawi 2 ditutup sementara. Penutupan untuk proses evakuasi dan investigasi lebih lanjut.

"Menyikapi kejadian ini, kita tengah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian setempat untuk mengumpulkan data dan kronologis untuk tindak lanjut pembinaan dengan mengundang semua pihak terkait guna mengantisipasi kejadian berulang di masa mendatang," ungkap Plt Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Ahmad Yani di Jakarta, Rabu (5/2).

"Kemudian kami juga akan terus melakukan pembinaan terhadap pengemudi melalui diklat pengemudi terutama terkait tata cara mengemudi yang benar serta tata cara pengecekan rem sebelum melakukan perjalanan," imbuhnya lagi.

Berikut penyebab umum rem blong pada truk, antara lain:

1. Truk Komersial Menggunakan Rem Udara

Truk komersial menggunakan sistem rem udara (air brakes) untuk mengontrol kecepatan dan berhenti dengan aman. Sistem ini bekerja dengan memanfaatkan udara bertekanan yang menggerakkan piston dalam rem untuk menekan drum atau rotor.

Rem udara dipilih karena lebih andal dibandingkan rem hidrolik pada kendaraan besar. Rem udara mampu menangani beban berat dan memberikan daya pengereman yang konsisten. Kekuatan itu juga bisa diandalkan di medan berat. Sistem ini juga dirancang untuk tetap berfungsi meski terjadi kebocoran udara kecil, menjadikannya lebih aman dalam kondisi tertentu.

2. Kegagalan Rem Udara

Kegagalan pada rem udara dapat mengakibatkan kecelakaan serius karena truk dan bus kehilangan kemampuan untuk melambat atau berhenti. Beberapa penyebab kegagalan rem udara meliputi kebocoran pada saluran udara, kerusakan kompresor, atau overheat akibat pengereman berlebihan.

Ketika sistem pengereman gagal, kendaraan bisa melaju tanpa kendali, terutama di jalan menurun. Kondisi itu meningkatkan risiko tabrakan dengan kendaraan lain atau objek di sekitar.

3. Rem Rusak atau Tidak Terawat dengan Baik

Rem yang rusak atau tidak dirawat dengan baik adalah penyebab utama kecelakaan truk dan bus. Komponen seperti bantalan rem, drum, atau selang udara yang aus atau kotor dapat mengurangi efektivitas pengereman.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore