JawaPos.com - Komponen kendaraan bermotor secara keseluruhan penting untuk dijaga dan dirawat secara teratur. Salah satu komponen kelistrikan yang biasanya penting diperhatikan dalam hal ini adalah aki. Akan tetapi, komponen lain yang tidak kalah penting adalah kiprok.
Kiprok atau yang biasa disebut rectifier regulator berpengaruh terhadap awet atau cepat rusaknya sebuah aki. Selain itu, komponen inilah yang biasanya harus diperiksa saat terjadi masalah pada kelistrikan motor dan pengapian.
Ulasan mengenai apa itu kiprok pada sepeda motor sudah kami bahas sebelumnya. Sekarang, yang juga perlu dipahami para pemilik sepeda motor adalah gejala atau tanda-tanda ketika kiprok mulai rewel dan minta diganti.
Disini, kiprok adalah komponen yang berperan penting jika rusak harus segera diganti. Jika kondisi yang terjadi demikian, yang terjadi adalah terganggunya sistem kelistrikan kendaraan Anda.
Biasanya komponen kelistrikan ini cepat rusak jika Anda sering memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Alhasil, kiprok mengalami overheating. Pada dasarnya, gejala kiprok yang rusak bisa dikenali dengan mudah.
Sebaiknya Anda sering memeriksa komponen ini agar bisa mengetahui kondisinya. Lalu, apa saja gejala kerusakannya?
Lampu Sering Mati
Tanda rusak yang pertama yakni lampu sering mati meskipun sudah diganti dengan yang baru. Cirinya bisa Anda lihat saat lampu motor tiba-tiba mati saat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi. Akibatnya, kiprok tidak bisa membatasi tegangan masuk ke bagian lampu.
Jika terjadi kondisi tegangan berlebih, lampu motor seketika akan putus. Hal yang dapat Anda lakukan jika mengalami kondisi demikian, sebaiknya Anda memeriksa tegangan lampu. Bandingkan dengan lampu tegangan normal, yakni berkisar 12-14 Volt.
Aki Sering Tekor
Keadaan aki yang tekor bisa menjadi salah satu ciri rusaknya komponen ini. Gejala ini bisa Anda kenali saat sebelum motor dijalankan. Saat komponen kelistrikan ini rusak, input listrik tidak bisa menutup kelistrikan motor secara sempurna.
Berbeda saat dalam kondisi baik, tegangan baterai stabil dalam angka 12 Volt. Dampak yang ditimbulkan mengakibatkan listrik dalam baterai terkuras. Selain itu, aki menjadi drop.
Hal ini terjadi jika terdapat tanda bahwa starter motor mati dan klakson bersuara seperti sember. Bukan saja kondisi aki yang menjadikan tekor, tetapi gejala ini bisa terjadi akibat kiprok yang rusak.
Oleh karena itu, Anda tidak perlu tergesa-gesa mengganti aki motor. Sebaiknya Anda memastikan terlebih dahulu baterai kiprok tidak sedang mengalami drop.
Lampu Redup
Gejala selanjutnya adalah lampu yang terlibat redup. Jika Anda menyalakan komponen yang berhubungan dengan kelistrikan, kondisi ini akan mempengaruhi cahaya lampu. Sedangkan saat Anda mengendarai sepeda motor dengan RPM yang tinggi, lampu kembali menyala terang.
Akan tetapi, usahakan berkendara dengan kecepatan standar agar tidak memicu kiprok cepat aus. Cara ini bisa menjadi antisipasi agar lampu motor juga tetap menyala terang.
Motor Sering Tiba-tiba Mati
Gejala terakhir, ketika komponen kiprok mati, akibatnya seluruh komponen kelistrikan tidak dapat berfungsi. Sebab, komponen tersebut tidak mendapatkan pasokan listrik.
Hal ini mengakibatkan tegangan aki motor menjadi drop dan sepeda motor pun akan mogok, mati total, atau bahkan mesin tidak dapat dihidupkan sama sekali. Kalau sudah mengalami gejala demikian, segera lakukan pemeriksaan dan ganti Kiprok jika sudah rusak.