JawaPos.com - Beda dengan mobil bikinan Jepang, Korea atau Tiongkok, mobil Mercedes-Benz menarget segmen konsumen yang lain. Bukan orang sembarangan, apalagi kaum mending-mending, segmen pasar Mercedes-Benz adalah old money atau orang kaya lama, atau orang kaya iseng yang memang gemar mobil mewah untuk keperluan mereka.
Sebagai salah satu merek mobil Eropa, Mercedes-Benz juga merupakan simbol status sosial pemiliknya. Nggak heran kalau porsinya di jalan raya nggak banyak, Mercedes-Benz masih eksis hingga kini di Indonesia. Hal tersebut didukung kategori konsumennya yang loyal.
Nah, untuk Anda yang merasa kaya, enggan mobil mewah selain Mercedes-Benz namun nggak tertarik dengan model yang ada sekarang, tenang saja. Pasalnya, Mercedes-Benz di Indonesia memastikan bajak meluncur tujuh mobil baru lagi tahun ini.
Hal tersebut disampaikan oleh Kariyanto Hardjosoemarto selaku Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Inchcape Indomobil Distribution Indonesia. Menggoda konsumennya yang berkocek tebal, Kerry, sapaan karibnya, menyebut bahwa sampai akhir tahun ini, setidaknya tujuh mobil mewah baru Mercedez-benz akan diluncurkan.
"Bicara peluncuran kendaraan baru, setelah meluncurkan EQE SUV kami masih akan ada tujuh kendaraan baru lagi sampai akhir tahun. Tentu termasuk yang sudah dinantikan penggemarnya The New E Class yang akan kami luncurkan di GIIAS Juli mendatang," kata Kerry di sela-sela peluncuran mobil listrik baru mereka, EQE SUV di Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga berbicara sedikit mengenai kinerja penjualan Mercedes-Benz Indonesia hingga pertengahan semester 2024 ini. Secara umum, menurutnya, Mercedes-Benz masih memiliki konsumen yang setia.
"Kalau bicara penjualan secara global di kuartal I menjual 568.400 unit kendaraan di seluruh dunia. Sedangkan pasar Indonesia periode Januari sampai Mei, kami sudah menjual 955 unit kendaraan. Dari penjualan yang ada, Top 3 modelnya adalah C Class, GLA dan GLC," tambah Kerry.
Sementara bicara porsi, mobil mewah Mercedes-Benz tahun ini paling laris adalah berjenis SUV. Menarik juga, biasanya Mercedes-Benz yang paling terkenal adalah mobil sedannya.
"Tren khususnya di segmen kami itu SUV lebih tinggi. Total penjualan sampai Mei, sedan mengambil pangsa 45 persen, kemudian SUV 50 persen dan van 5 persen," tandas Kerry.
Sementara di GIIAS 2024, Mercedes-Benz di Indonesia memastikan akan tampil all out dengan membawa 10 kendaraan display. Yang mana enam sisanya adalah kendaraan demo dari berbagai model dan kelas yang bisa dicoba konsumen.