JawaPos.com - Perangkat GPS tracker atau pelacak GPS lumrah ditemui pada kendaraan seperti mobil atau jenis lainnya yang biasa digunakan untuk keperluan bisnis atau fleet. Tujuannya jelas untuk memantau keberadaan kendaraan tersebut, supaya aman, dan bisa memastikan dimana posisi kendaraan tersebut.
GPS atau Global Positioning System adalah alat yang bisa digunakan untuk mendeteksi keberadaan kendaraan seperti misalnya mobil. GPS merupakan sistem navigasi satelit yang didesain untuk menyediakan informasi mengenai posisi mobil secara cepat dan tepat.
Dengan memasang GPS di mobil, Anda dapat melacak posisi kendaraan dalam keadaan real-time. GPS mobil menggunakan jaringan satelit untuk menentukan lokasi kendaraan Anda. Dasar teknologi adalah proses trilateration yang digunakan untuk menentukan lokasi fisik kendaraan berdasarkan jarak melalui tiga satelit.
Titik lokasi kendaraan berada akan dikirimkan melalui sinyal GPS melalui tower operator. Di dalam server, data posisi mengenai posisi mobil akan dikonversi dan diproses untuk ditampilkan melalui web browser, aplikasi desktop, mobile browser, hingga aplikasi smartphone.
Seiring dengan semakin banyaknya masyarakat yang sadar akan manfaat GPS pada kendaraan, aplikasinya tidak hanya pada kategori fleet saja, di mobil pribadi atau bahkan sepeda motor juga sekarang sudah ada yang bisa menggunakan perangkat GPS tracker.
Apalagi, pasar segmen sepeda motor di Indonesia terbilang sangat besar. Misalnya, mengutip data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi), penjualan motor nasional tercatat sebanyak 1,15 juta unit pada Januari-Februari 2024.
Mengingat market roda dua yang besar,
PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF), perusahaan pemilik merek GPS tracker terbesar di Indonesia, FoxLogger memperkuat posisinya di pasar Indonesia dengan menyasar segmen kendaraan roda dua.
Alamsyah Cheung, CEO PT Sumber Sinergi Makmur Tbk menyebut, alasannya adalah penggunaan GPS tracking di kendaraan roda dua semakin berkembang, terutama untuk fungsi komersial.
"Fungsi komersial menjadi kebutuhan primer, sementara fungsi konsumen masih sekunder," ujar Alamsyah di Jakarta.
Hal ini, dia menambahkan, menunjukkan bahwa kebutuhan akan keamanan dan pemantauan kendaraan untuk keperluan bisnis seperti pengiriman dan ojek online menjadi sangat penting.
Yang menarik, Alamsyah juga menyoroti peningkatan signifikan di segmen motor matic. "Motor matic lebih diminati karena kemudahan pengoperasian dan biaya perawatan yang lebih rendah akibat jumlah kombinasi suku cadang yang lebih sedikit dibanding motor manual," jelasnya.
Pada tahun 2023, penjualan sepeda motor di Indonesia mencapai 6,24 juta unit, dengan segmen motor matic mendominasi pasar. Motor matic menyumbang sekitar 89,73 % dari total penjualan sepeda motor di Indonesia, yang menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan konfigurasi seperti itu, Fox Logger saat ini lebih fokus menyasar pasar komersial, terutama untuk segmen pengiriman dan ojek. Dan teknologi Fox Logger juga bisa didapatkan hanya dengan biaya yang sangat ekonomis yaitu Rp 265.000.
Walaupun belum ada kerja sama resmi dengan dealer, Fox Logger terus mengeksplorasi berbagai peluang untuk memperluas jangkauannya. Alamsyah menyatakan bahwa kolaborasi dengan dealer bisa menjadi langkah strategis di masa depan untuk mempercepat proses adopsi teknologi GPS tracking di kalangan pengguna kendaraan roda dua.