JawaPos.com - Kalau menyebut atau mendengar nama Porsche, pastilah yang terbersit di benak kita adalah mobil dengan performa tinggi. Pasti. Nama Porsche sendiri memang identik dengan salah satu jenama dengan jajaran mobil kencangnya.
Bukan baru-baru ini saja. Tapi sudah sejak puluhan tahun lalu, Porsche adalah merek yang biasa membesut mobil-mobil kencang. Desainnya juga terkenal ikonik, misalnya saja dari seri keluarga 911 yang sampai sejauh ini bentuknya nggak beda jauh dari versi awalnya puluhan tahun lalu.
Namun dapatkah Anda membayangkan bahwa mobil Porsche bisa dikalahkan oleh sebuah city car Mitsubishi Mirage. Dilansir dari Carscoops, bahkan Mitsubishi Mirage lebih baik daripada Porsche 718 Cayman T.
Hal ini berdasarkan studi baru dari Car and Driver yang membandingkan waktu tempuh kendaraan 0-60 mph (0-96 km/jam) dengan performanya dalam pengujian 5-60 mph (8 hingga 96 km/jam). Sumber tersebut awalnya mulai mencatat metrik akselerasi yang terakhir dalam upaya untuk mereplikasi dengan lebih baik apa yang mungkin dialami pemilik saat akselerasi di dunia nyata.
Biasanya, pada momen tersebut, orang cenderung tidak menggunakan fitur launch control atau bahkan menghidupkan mesin mereka sebelum menginjak gas dan lepas landas saat lampu hijau.
Saat melihat hasil angka 0-60 dan 5–60, sebuah tren mengejutkan muncul. Performa terburuk yang dikendarainya adalah Porsche 718 Cayman T manual 2020, yang berhasil mencapai kecepatan jalan raya hanya dalam 4,4 detik saat berhenti, namun membutuhkan waktu dua detik lebih lama (6,4 detik) untuk mencapai kecepatan yang sama dari kecepatan 5 mph atau kurang dari 10 km per jam.
Yang lebih aneh lagi, Porsche bukanlah satu-satunya kendaraan sporty yang memiliki performa lebih buruk saat start bergulir dibandingkan saat start diam. BMW M235i xDrive Gran Coupe 2020 (+1,8 detik) dan Porsche Cayenne Coupe Turbo GT 2024 (+1,7 detik) termasuk di antara kendaraan yang paling melambat pada pengujian 5-60.
Secara umum, penelitian ini menemukan bahwa kendaraan yang dilengkapi mesin turbocharged mengalami kesulitan dalam pengujian 5-60, sehingga ini merupakan ukuran yang baik untuk mengetahui berapa banyak lag yang dapat diperkirakan oleh pengemudi.