Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 April 2024 | 15.44 WIB

Mengenal Istilah CBU dan CKD, Faktor yang Membuat Harga Jual Mobil Jadi Lebih Mahal

Suzuki Ignis hybrid yang dijual di Singapura - Image

Suzuki Ignis hybrid yang dijual di Singapura

JawaPos.com - Tahukah Anda bahwa harga mobil dapat dipengaruhi oleh lokasi produksinya. Produksi mobil dikenal dengan istilah Completely Knocked Down (CKD) dan Completely Built Up (CBU).

CKD disebut juga dengan mobil rakitan dalam negeri dan CBU merupakan mobil impor. Dari segi kualitas, mobil CKD dan CBU tetap terjaga sesuai standar. Perbedaan antara CBU dan CKD lebih pada harga. Biasanya mobil CBU lebih tinggi dibanding mobil CKD.

Mobil CKD merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan mobil yang semua komponenannya diimpor, tetapi masih dalam kondisi belum dirakit atau terpisah. Komponen-komponen tersebut kemudian dirakit oleh pabrik atau ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) untuk menjadi kendaraan seutuhnya.

Dengan impor komponen mobil yang terpisah, sehingga harga mobil CKD lebih murah. Sebab, pajaknya lebih rendah. Setelah jadi, baru kemudian mobil dipasarkan di negara tujuan.

CBU merupakan mobil yang diimpor secara langsung dari negara tempat kendaraan itu diproduksi dalam kondisi lengkap dan utuh. Sehingga mobil siap digunakan.

CBU biasanya terdapat pada mobil-mobil mewah. Hal itu yang membuat harga sangat mahal. Tidak semua negara yang mendapat lisensi memproduksi mobil CBU. Hal itu dipengaruhi fasilitas manufaktur produksi yang memadai.

Pajak impor yang tinggi membuat harga mobil CBU lebih mahal. Selain itu, komponen kendaraan sangat sulit ditemukan dan harus diimpor dari negara asalnya. Kekurangan lain, beberapa bengkel tidak dapat menangani mobil CBU karena keterbatasan spare part dan peralatan yang diperlukan.

Hanya negara tertentu saja yang dapat memproduksi mobil tersebut karena tidak semua negara memiliki fasilitas manufaktur yang memadai untuk membuatnya.

Dilansir dari laman Wuling, ada beberapa hal yang membedakan mobil CBU dan CKD, apa saja? Simak selengkapnya.

Astra memperluas jaringan dengan penandatanganan Getting Commitment bersama Desa Sejahtera Astra di lokasi binaan baru yang dilakukan Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PEID) Kemendes PDTT Harlina Sulistyo

1. Harga

Pertama tentu adalah harganya, salah satu penyebabnya adalah perbedaan pajak yang dimiliki oleh mobil CKD dan mobil CBU. Mobil CKD biasanya lebih terjangkau karena dibuat di Indonesia sehingga biaya impornya tidak terlalu besar. Namun, mobil CBU biasanya dijual dengan harga tinggi karena diimpor secara utuh, menghasilkan biaya dan pajak yang tinggi.

Segmen Pasar

Mobil CKD biasanya memiliki cakupan pasar yang sangat luas. Mobil jenis ini dibuat untuk memenuhi permintaan pasar dalam negeri, yang membuat prosesnya lebih mudah dan lebih murah. Sedangkan mobil CBU memiliki segmen pasar yang lebih kecil karena biaya yang lebih tinggi saat diimpor secara utuh dari luar negeri, dan mobil jenis ini tidak dibuat di Indonesia.

2. Performa

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore