Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Desember 2023 | 06.23 WIB

Terobos Banjir Knalpot Mobil Kemasukan Air Tak Perlu Panik, Ini Alasannya

Pengendara terobos banjir yang merendam Jalan Kebayoran Lama, Jakarta, Jumat (24/2/2023). Hujan mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Jumat (24/2/2023) pagi. Hal ini mengakibatkan sejumlah titik jalan terendam banjir. Foto: Dery Ridwansah/ Ja - Image

Pengendara terobos banjir yang merendam Jalan Kebayoran Lama, Jakarta, Jumat (24/2/2023). Hujan mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Jumat (24/2/2023) pagi. Hal ini mengakibatkan sejumlah titik jalan terendam banjir. Foto: Dery Ridwansah/ Ja

JawaPos.com - Musim penghujan bagi pemilik kendaraan pastinya harus waspada. Tak jarang di musim hujan masih banyak genangan air yang harus dilewati, ini perlu kehati-hatian.

Masalah genang air akan menjadi masalah ketika masuk knalpot mobil. Kondisi seperti ini (air masuk dalam knalpot) bisa terjadi ketika mobil dalam kondisi berhenti atau sedang mengoper gigi transmisi saat menerobos tergenang banjir.

Dalam hal ini tidak menutup kemungkinan kalau mobil tiba-tiba bisa berhenti bekerja alias mogok. Lalu apa yang harus dilakukan bila hal ini terjadi.

Sebenarnya bila knalpot kemasukan air tak langsung merusak mesin. Bisa dikatakan ketika mobil kemasukan air bukan masalah yang besar, karena air tidak akan bisa masuk ke dalam mesin.

Perlu diketahui kalau keberadaan air dalam knalpot memang bisa mengganggu kinerja mesin, akan tetapi tak merusaknya secara langsung.

Air yang masuk dalam knalpot akan tertampung sementara pada bagian yang disebut catalytic converter fungsinya untuk menyaring gas buang.

Ketika air yang menumpuk pada catalytic converter, memang akan menyulitkan untuk menyalakan mesin. Namun, seiring dengan pemakaian, genangan air pada bagian tersebut akan berubah menjadi uap.

Namun masalah yang paling penting dan wajib menjadi perhatian bukan pada bagian knalpot, melainkan sistem kelistrikan mobil dan mesin yang disebut electronic control unit (ECU) biasanya berada di 2 lokasi, yakni kabin atau ruang mesin.

Bila Anda memutuskan untuk menerjang banjir, pastikan posisi ECU lebih tinggi dibandingkan dengan permukaan air. Maka risiko terjadinya korsleting akibat komponen listrik yang terkena air bisa ditekan.

Selain itu, komponen listrik lainnya seperti alternator, soket, sekring, injector, kabel, serta relay juga harus diperhatikan. Akan tetapi biasanya komponen-komponen tersebut memang telah dilengkapi perlindungan agar terhindari dari air.

Pastikan secara langsung bahwa kondisi komponen listrik tersebut baik-baik saja setelah banjir. Sedangkan pada bagian mesin, kita juga perlu melakukan pemeriksaan pada beberapa komponen. Tak lupa di radiator, pastikan tak ada kotoran yang menempel.

Jangan lupa kompresor AC juga harus diperiksa, apalagi biasanya penempatannya berada di area yang cukup rendah. Untuk antisipasi, sebaiknya hindari menyalakan AC mobil ketika sebelumnya punya masalah knalpot mobil kemasukan air.

Selanjutnya, ketika mobil terendam banjir, sebaiknya kita perlu melakukan penggantian saringan udara. Bila bagian ini tak berjalan dengan baik, bisa berdampak secara langsung pada mesin.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore