
Ilustrasi Presiden Joko Widodo bersama Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menguji coba mengisian baterai mobil listrik. (Foto: PN untuk JawaPos.com)
JawaPos.com - Indonesia saat ini sedang melakukan transisi di era mobil listrik. Bahkan hal ini masuk dalam agenda pemerintah dalam elektrivikasi otomotif, dimana diberikannya subsidi dalam kepemilikan.
Terkait hal ini banyak masyarakat yang belum paham seberapa jauh mobil listrik dalam menempuh jarak maksimal. Jarak tempuh maksimal yang bisa dicapai oleh mobil listrik menjadi salah satu faktor yang membuat banyak orang berpikir dua kali untuk menggunakan mobil listrik sebagai kendaraan sehari-hari.
Maka jangan heran bila pabrikan mobil listrik saat ini membuat mobil listrik dengan jarak tempuh paling jauh. Namun, bagi masyarakat awam pastinya jarang yang tahu cara menghitung jarak tempuh yang bisa dicapai pada sebuah mobil listrik.
Bila ingin mengetahui jarak tempuh pada mobil listrik, Anda harus memahami beberapa istilah yang sering digunakan pada mobil listrik. Pertama adalah istilah kWh karena dalam menghitung jarak tempuh maksimal mobil listrik, harus mengetahui apa itu istilah kWh.
Sebagai informasi kWh atau kilowatt hour merupakan satuan energi listrik yang bisa dikeluarkan baterai untuk menjalankan mesin listrik selama satu jam. Biasanya pada mobil listrik untuk menunjukkan kapasitas baterainya menggunakan istilah ini.
Misalnya bila ada sebuah mobil listrik dilengkapi dengan baterai berkapasitas 50 kWh dan mesin listrik 50 kW, maka secara teori bisa menyalakan mesin tersebut secara maksimal selama 1 jam.
Akan tetapi pada prakteknya sebuah baterai tidak akan selalu bisa mengeluarkan energinya 100% ke mesin listrik. Hal ini dikarenakan faktor eksternal seperti misalnya, suhu yang ekstrem, penggunaan fitur atau lainnya.
Menukil laman mobil listrik hal kedua yang harus dipahami adalah kapasitas baterai. Di setiap mobil listrik yang dijual dilengkapi dengan data teknis kapasitas baterai listriknya. Sebagai contoh pada Hyundai Kona elektrik yang mempunyai kapasitas baterai 39,2 kWh.
Istilah berikutnya yang harus diketahui adalah konsumsi listrik. Pada mobil listrik biasanya dilengkapi dengan data konsumsi listriknya, baik itu per 10 km atau per 100 km. Bila pada mobil konvensional istilah konsumsi BBM nya adalah liter/Km, maka pada mobil listrik kWh/Km.
Maka bila Hyundai Kona memiliki konsumsi listrik sebesar 1 kWh/8 kilometer. Akan tetapi seperti mobil konvensional, angka konsumsi listrik bisa berubah tergantung kondisi jalan, suhu atau gaya mengemudi.
Bila melihat data tersebut maka untuk menghitung jarak tempuh maksimal Hyundai Kona elektrik caranya dengan membagi kapasitas baterai pada konsumsi rata-rata listriknya, lalu kalikan 10 km. Perhitungannya adalah 39,2 / 1 x 6 = 313
Dari perhitungan tersebut diketahui secara teori bahwa Hyundai Kona dengan baterai dengan kapasitas 39,2 kWh mampu melaju sejauh 313 kilometer. Sekali lagi kami ingatkan, hasil hitungan ini hanya gambaran saja tanpa mempertimbangkan faktor yang lain, semoga bermanfaat.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
