Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Februari 2019 | 10.10 WIB

Mobil Produksi di Atas Tahun 2000 Wajib Pakai Oli Sintetik

Ilustrasi mekanik mengisi oli full sintetic ke mobil - Image

Ilustrasi mekanik mengisi oli full sintetic ke mobil

JawaPos.com - Mesin mobil produksi di atas tahun 2000-an sudah memiliki standar pelumas yang disesuaikan dengan spesifikasi mobil. Karena itu sebaiknya pengguna mobil menggunakan oli dengan standar yang ada. Saat ini banyak pabrikan pelumas telah menyediakan oli full synthetic sehingga bisa lebih mendukung performa mobil.

Terkait dengan oil sludge yang biasa terjadi ketika menggunakan oli mineral atau semisintetik, maka Direktur PT Surganya Mobil Indonesia Wing Wiryadi Joe menyarankan agar pengguna mobil lebih baik memilih pelumas full synthetic. Bila dibandingkan, harganya juga tidak terlalu mahal dibandingkan dengan oli biasa.

"Memang kalau dulu oli full synthetic mahal, tetapi sekarang harganya kompetitif. Tidak terlalu mahal. Keunggulan pakai oli full synthetic adalah mobilnya lebih berperforma dan pelumas tahan lebih lama dibandingkan oli mineral dan semisintetik," kata Wing pada JawaPos.com beberapa waktu lalu.

Wing mengaku, meskipun harga oli mineral dan semisintetik lebih murah, namun akhirnya akan sama karena masa penggantiannya lebih cepat. Dalam perhitungan internal bengke Mobeng milik mereka, ternyata menggunakan pelumas full synthetic lebih hemat.

"Oli full synthetic ini sebenarnya umurnya dua kali lipat lebih panjang dari oli lain. Jadi sebenarnya masih untung. Memang zaman dulu baru keluar oli full synthetic jauh lebih mahal, tapi sekarang sebenarnya lebih untung dalam pemakaian. Kita punya hitungannya di Mobeng, oli full synthetic untung karena dia hanya diganti 10 ribu km sekali. Sementara semisintetik 5 ribu km. Memang beberapa bengkel menyarankan 6 ribu sampai 7 ribu km, tapi sisanya banyak menjadi sludge," terang Wing.

Untuk itu, ia menyarankan agar sebaiknya pengguna mobil memakai oli yang tepat dengan jenis full synthetic sesuai dengan petunjuk standar SAE (Society of Automotive Engineers) yang ditunjukkan pabrik karena mesin lebih aman dan tetap bersih dari sludge atau bubur oli.

Baginya sebagai pegiat otomotif, edukasi dan masukan kepada konsumen selalu dilakukan agar mereka memahami bagaimana memilih pelumas yang benar sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan mobil.

"Jangan sampai mengorbankan mesin mobil dengan salah memilih dan menggunakan oli yang sebenarnya tidak cocok dan membuat performa mobil menurun," katanya.

Editor: Teguh Jiwa Brata
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore