
GENERASI KELIMA: Mobil Widya Wahana bertenaga surya buatan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
JawaPos.com - Upaya mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan mobil tenaga surya selangkah lebih maju. Mobil dengan nama Widya Wahana V tengah diuji dengan melintasi Jakarta hingga Bali.
Mobil itu merupakan generasi kelima yang pernah dirancang kampus yang terletak di Surabaya, Jawa Timur, itu. Meski generasi sebelumnya tidak membuahkan hasil maksimal, namun kali ini, mobil dengan kapasitas dua penumpang itu siap bertanding di ajang World Solar Challenge (WSC) di Australia, 17-25 Oktober mendatang.
ITS sebelumnya merancang mobil Widya Wahana I (WW I) yang dibuat sekitar tahun 1985. Ini merupakan mobil tenaga surya pertama di Indonesia. Sayangnya, mobil itu gagal bertarung di WSC karena masalah teknis.
Beberapa tahun kemudian, ITS kembali menciptakan mobil WW II. Namun, hasil yang didapat sama seperti generasi pertama, gagal bertanding di WSC. Saat ini, WW I dan WW II dipajang di Museum Energi Indonesia.
Dua kali gagal, tak menyiutkan nyali mahasiswa ITS untuk tetap berkarya. WW III pun diluncurkan pada 1993. Namun, inovasi anak bangsa itu tidak mendapat sokongan dana dari pemerintah maupun swasta sehingga mobil ini mengalami nasib yang sama dengan dua generasi.
Keikutsertaan mahasiswa ITS di WSC baru terpenuhi pada 2012 dengan mobil WW IV. Ketidakberuntungan lagi-lagi harus diterima oleh satu-satunya tim perwakilan dari Indonesia itu.
Tahun ini, Widya Wahana V kembali akan melawan pesaing dari penjuru dunia. Mobil yang telah menghabiskan dana sekitar Rp 900 juta itu akan berkompetisi di ajang internasional WSC di Australia.
Manajer Tim Muhammad Nur Yuniarto mengatakan, saat ini mobil WW V tengah memasuki tahap uji coba dengan melintasi Jakarta-Bali dengan jarak tempuh sekitar 1.200 kilometer.
Sementara di WSC, setiap peserta akan menempuh perjalanan sejauh 3.000 kilometer dari Darwin, Australia Utara, hingga Adelaide, Australia Selatan.
"Tantangannya ya salah satunya temperatur udara di Australia sangat panas antara 30 sampai 40 derajat celcius, kita akan antisipasi itu," katanya saat acara pelepasan uji coba WW V di Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Jakarta, Senin (17/8).
Dalam perjalanan 3.000 kilometer itu, lanjut dia, setiap peserta diberi waktu selama enam hari dan hanya sembilan jam (08.00-17.00 waktu setempat) per harinya.
"Untuk kecepatan maksimal dalam perlombaan 100 kilometer per jam, tapi mobil ini (WW V) sudah mampu mencapai (kecepatan) 150 kilometer per jam," ujarnya.(fab/JPG)

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
