
Photo
JawaPos.com - Sebagai upaya pemberdayaan industri truk UKM yang sebagian besar masih beroperasi secara manual, perusahaan Indonesia, Transporta, telah mengadopsi teknologi Live Fleet Tracker dari Lacak.io.
Mulai hari ini, seluruh pengguna sistem manajemen transportasi (TMS) dari Transporta dapat memantau armada dan berbagi informasi pelacakan secara real-time.
Teknologi ini dapat diaplikasikan bersamaan dengan tools manajemen dan operasional yang digunakan oleh perusahaan truk UKM, di mana pun lokasi armada dan dengan penyedia layanan GPS apa pun, sehingga end user dapat menikmati layanan lebih transparan dan efisien.
Sistem manajemen transportasi yang dikembangkan bersama dengan Lacak.io ini dapat meningkatkan tata kelola keuangan bisnis, mengoptimalkan rute perjalanan. Juga meningkatkan keamanan, serta mendigitalkan pencatatan dan manajemen tenaga kerja, sehingga UKM dapat lebih unggul di tengah persaingan pasar logistik.
Peningkatan teknologi ini juga memungkinkan pemantauan armada yang mudah dibagikan secara real-time.
Inovasi di sektor rantai pasok menjadi kebutuhan yang krusial di tengah pandemi. Perusahaan-perusahaan yang beroperasi di industri truk di Indonesia terus berupaya mengintegrasikan kemajuan teknologi untuk meningkatkan layanan dan operasional.
Salah satu tantangan yang ingin dijawab ialah bagaimana menggabungkan data manajemen armada berbasis GPS dengan data operasional untuk menciptakan solusi bisnis yang lebih holistik.
Menurut Emma Hartono, Chief Operating Officer Transporta, bermitra dengan Lacak.io untuk menghadirkan solusi digital yang lengkap bagi sektor logistik. Reputasi Lacak.io dalam manajemen AI dan IoT di sektor tersebut telah menempatkan mereka sebagai pemimpin industri.
"Untuk pertama kalinya, pengguna dapat mengelola armada dan bisnis mereka secara real-time, dengan harga yang sangat terjangkau, sehingga memudahkan para UKM yang ingin melakukan digitalisasi bisnisnya dengan anggaran yang terbatas," ujar Emma dalam keterangan resminya Jumat (10/12)
Untuk berlangganan fitur GPS terbaru ini, pengguna akan dikenakan biaya Rp 120.000 per hari per armada. Biaya tersebut termasuk penyewaan perangkat, konektivitas, dan integrasi platform dengan pemasangan dan instalasi gratis.
Ke depannya, fitur ini juga akan dilengkapi dengan berbagai solusi baru, di antaranya manajemen aliran modal untuk bisnis, direktori, portal klien, dan aplikasi yang terintegrasi dengan platform eCommerce regional.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
