alexametrics

Otomotif Jepang Tambah Investasi di Indonesia

Ekspansi Produksi Mulai 2019–2023
25 November 2019, 16:48:16 WIB

JawaPos.com – Industri otomotif Jepang memastikan bakal menancapkan investasi lebih dalam ke Indonesia. Nama-nama besar seperti Honda dan Toyota menyampaikan rencana menambah kucuran dana untuk pengembangan bisnis di tanah air kepada pemerintah Indonesia.

Honda adalah salah satu pabrikan yang sudah membeberkan plan terkait dengan ekspansi ke depan. “Investasi Rp 5,1 triliun itu dimanfaatkan untuk roda empat, pengembangan model baru, dan pendalaman lokalisasi industri,” papar Direktur Inovasi Bisnis, Marketing dan Aftersales PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy saat ditemui di acara Honda Festival 2019 di Jakarta, Minggu (24/11).

Pada kesempatan sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengungkapkan bahwa one-on-one meeting yang dilakukan perwakilan Indonesia secara maraton dengan delapan korporasi menghasilkan beberapa rencana ekspansi. Honda disebut akan merealisasikan investasi Rp 5,1 triliun yang dimulai pada 2019–2023.

Menurut Billy, angka itu hanya untuk pengembangan mobil konvensional dan belum termasuk mobil elektrifikasi atau mobil ramah lingkungan. Artinya, ada investasi terpisah yang nanti disiapkan secara khusus oleh Honda terkait dengan elektrifikasi.

“Penerapan elektrifikasi harus melalui banyak pertimbangan karena yang mana cocok untuk Indonesia. Kami memiliki banyak opsi untuk elektrifikasi. Peraturan pemerintah sudah keluar. Tinggal petunjuk teknisnya. Jadi, begitu keluar, kami bisa melakukan action seperti apa,” jelasnya.

Selain Honda, sang kompetitor, Toyota, dikabarkan merencanakan ekspansi di Indonesia. Agus menjelaskan bahwa Toyota bakal menambah investasi untuk pengembangan Toyota, Daihatsu, dan Hino. Investasi itu akan direalisasikan dalam periode lima tahun, yaitu 2019–2023.

Agus menuturkan, pihaknya mengajak para investor tersebut membawa atau membangun pusat research and development (R&D) di Indonesia. “Kami jelaskan ada regulasi PP Nomor 45 Tahun 2019 yang memberikan fasilitas superdeduction tax. Jadi, industri yang bangun R&D bakal dapat superdeduction tax 300 persen,” ujarnya.

Di sisi lain, Agus juga berharap Krakatau Nippon Steel Sumikin (Nippon Steel Group) menaikkan porsi baja canai gulung dingin lokal agar tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sektor otomotif meningkat sekaligus bisa menekan impor.

RENCANA EKSPANSI PRODUSEN OTOMOTIF
Merek | Investasi | Tujuan
– Honda | Rp 5,1 triliun | Pengembangan model baru dan lokalisasi
– Toyota | Rp 28,3 triliun | Pengembangan model dan elektrifikasi
– Hyundai | Rp 14,6 triliun | Pembangunan pabrik dan fasilitas lain
– BYD Automobile* | Relokasi pabrik ke Indonesia

Keterangan *: Komitmen investasi belum dibeberkan.

Sumber: Kemenperin

Editor : Edy Pramana

Reporter : (agf/c14/oki)

Saksikan video menarik berikut ini:





Close Ads