
Ilustrasi: smartphone. (AFP)
JawaPos.com - Perusahaan riset konsumen global, Canalys, merilis laporan penelitian terbaru terkait pangsa pasar (market share) smartphone di Indonesia untuk periode kuartal kedua 2019. Laporan tersebut menunjukkan sengitnya persaingan pasar dan kompetisi yang menarik.
Berdasarkan laporan dari Canalys, seperti bisa dilihat pada gambar, Oppo berhasil menjadi pemuncak market share smartphone di Indonesia dari lima merek lainnya. Posisi dua diisi Samsung, ketiga Xiaomi, keempat Vivo, dan ditutup posisi kelima Realme.
Realme dengan perolehan share sebesar 7 persen ini berhasil merangsek masuk ke posisi top 5 menggeser merek smartphone lokal, Advan. Padahal, masih berdasarkan data Canalys, Advan pada kuartal terakhir 2018 lalu bertengger di posisi top 5 dan menjadi satu-satunya brand lokal yang bisa bersaing dengan vendor raksasa lainny.
Oppo duduk di posisi satu dengan perolehan share sebesar 26 persen. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY), Oppo tumbuh sebesar 54 persen. Samsung yang harus turun ke posisi dua. Padahal pabrikan Korea Selatan (Korsel) itu sebelumnya menjadi raja pada posisi pertama. Kini Samsung menduduki kuartal kedua dengan perolehan 24 persen market share, sementara YoY Growth-nya sebesar 10 persen.
Photo
Tabel lLaporan Canalys untuk industri smartphone di Indonesia pada Q2 2019. (Istimewa)
Xiaomi juga turun takhta. Vendor ponsel Tiongkok yang digawangi Lei Jun itu mendapat catatan merah dari Canalys. Betapa tidak, Xiaomi pada kuartal kedua hanya tumbuh sebesar 19 persen. Angka segitu pun menurut laporan Canalys menurun sebesar 9 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara Vivo menunjukkan langkah agresif dengan duduk di posisi empat. Vivo menurut Canalys berhasil memperoleh pertumbuhan sebesar 62 persen jika dibandingkan dengan Q2 2018 lalu dan memperoleh market share sebesar 15 persen.
Atas laporan Canalys, pihak Oppo dalam hal ini PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto menyebut, prestasi pada kuartal kedua ini ditunjang produk seri A dan seri F. "Dari data internal lini seri A dan F memang menjadi faktor pendorong kenaikan marketshare pada kuartal kedua, beberapa tipe seperti A1K, A5s , F11, F11 Special Online Edition, dan F11 Pro memberikan kontribusi besar terhadap angka market share di kuartal ini,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022