Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Oktober 2026 | 03.36 WIB

Pertumbuhan Pendapatan Iklan YouTube Melambat pada Kuartal III 2026

Pertumbuhan pendapatan iklan YouTube melambat pada kuartal 3 2026 (Variety) - Image

Pertumbuhan pendapatan iklan YouTube melambat pada kuartal 3 2026 (Variety)

JawaPos.com – Pendapatan iklan YouTube pada kuartal III 2026 mencapai USD 11,21 miliar atau sekitar Rp187,2 triliun, meningkat 9,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dilansir dari laman Variety pada Kamis (29/10), Meski mencatatkan pertumbuhan positif, laju tersebut melambat dibandingkan pertumbuhan 15 persen pada kuartal III 2025, 13 persen pada kuartal II 2026, dan 11 persen pada kuartal I 2026.

Kinerja tersebut juga berada di bawah proyeksi analis, sementara perusahaan induknya, Alphabet, gagal memenuhi estimasi pasar untuk pendapatan dan laba per saham.

Secara keseluruhan, Alphabet membukukan pendapatan USD 127,6 miliar atau sekitar Rp2.131,9 triliun, tumbuh 25 persen secara tahunan, tetapi masih di bawah perkiraan analis sebesar USD 128,2 miliar atau sekitar Rp2.141,9 triliun.

Perusahaan tersebut mencatatkan laba bersih USD 26,17 miliar atau sekitar Rp437,2 triliun, dengan laba per saham USD 2,12, lebih rendah daripada estimasi Wall Street sebesar USD 3,02.

Di sisi lain, Google Cloud mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 103 persen menjadi USD 30,7 miliar atau sekitar Rp512,9 triliun, sedangkan kerugian bersih atas sekuritas ekuitas sebesar USD 8,7 miliar atau sekitar Rp145,3 triliun turut memengaruhi hasil keuangan Alphabet.

Selain iklan, YouTube mengandalkan pendapatan langganan yang menurut Alphabet telah melampaui USD 60 miliar atau sekitar Rp1.002 triliun sepanjang 2025, dengan jumlah pelanggan YouTube Music dan Premium menembus 150 juta akun secara global, termasuk pengguna uji coba.

Kepala bisnis Google, Philipp Schindler, menyatakan bahwa pertumbuhan pendapatan langganan YouTube kini melampaui pertumbuhan iklannya, sementara penayangan melalui televisi yang terhubung internet menyumbang lebih dari sepertiga pendapatan iklan global platform tersebut.

Di tengah investasi besar pada kecerdasan buatan dan pembangunan pusat data, Alphabet mempertahankan proyeksi belanja modal 2026 sebesar USD 195 miliar–USD 205 miliar atau sekitar Rp3.259,5 triliun–Rp3.426,5 triliun, meskipun arus kas bebas pada kuartal tersebut tercatat negatif USD 9,07 miliar atau sekitar negatif Rp151,5 triliun.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore