Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Oktober 2026 | 16.56 WIB

Dua Celah Berbahaya Ditemukan di PHP, Pemerintah dan Perusahaan Matikan Layanan Sementara

Layar ponsel yang menampilkan pemberitahuan mengenai kerentanan PHP yang diunggah oleh Kantor Keamanan Siber Nasional Jepang di X. (Kyodo) - Image

Layar ponsel yang menampilkan pemberitahuan mengenai kerentanan PHP yang diunggah oleh Kantor Keamanan Siber Nasional Jepang di X. (Kyodo)

JawaPos.com - Celah keamanan ditemukan dalam bahasa pemrograman PHP yang digunakan secara luas di berbagai situs web dunia. Temuan ini mendorong pengembang merilis pembaruan darurat, sementara sejumlah pemerintah dan perusahaan menonaktifkan sementara situs mereka untuk mengantisipasi serangan siber.

Dilansir dari Kyodo, Kamis (22/10), Badan Platform Inovasi yang berafiliasi dengan pemerintah Jepang menyampaikan bahwa kerentanan tersebut ditemukan pada Rabu (21/10). Celah itu dikhawatirkan dapat dimanfaatkan untuk melancarkan serangan siber, termasuk mencuri informasi dan merusak sistem.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan melalui akun X miliknya bahwa menonaktifkan situs web untuk sementara merupakan langkah efektif untuk mencegah penyalahgunaan apabila perusahaan belum dapat segera menangani kerentanan tersebut.

Menurut sebuah organisasi riset Eropa, PHP, yang terutama dirancang untuk pemrograman sisi server, digunakan oleh 69,3 persen situs web di seluruh dunia yang bahasa pemrograman servernya diketahui.

Pengembang PHP mengumumkan penemuan dua celah keamanan utama pada Rabu dini hari. Pembaruan atau patchkemudian dirilis untuk memperbaiki kerentanan tersebut.

Para pakar memperingatkan bahwa celah keamanan itu tidak hanya berpotensi dimanfaatkan untuk mencuri informasi, tetapi juga merusak sistem.

Sejumlah layanan di Jepang dihentikan sementara

Setelah kerentanan ditemukan, Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang menangguhkan sementara situs sistem keterbukaan informasi miliknya sebagai langkah pencegahan. Situs tersebut memuat informasi kontak dan rincian layanan penyedia perawatan jangka panjang di seluruh Jepang.

Layanan pembuatan toko daring BASE juga menjalani pemeliharaan darurat. Sementara itu, Universitas Studi Asing Tokyo menyatakan akan melakukan pemeriksaan darurat terhadap server web yang dikelolanya.

Perusahaan penyedia layanan internet Sakura Internet Inc. turut mengumumkan penghentian sementara sejumlah fungsi layanan.

Kantor Keamanan Siber Nasional Jepang mendesak pengguna segera mengambil tindakan, termasuk memasang pembaruan keamanan yang telah dirilis.

“Kami terus memantau situasi dengan saksama,” kata seorang pejabat pemerintah Jepang.

Peringatan meluas ke Eropa

Dampak temuan ini juga dirasakan di luar Jepang. Divisi keamanan siber Komisi Eropa menyarankan organisasi yang belum dapat segera memasang pembaruan untuk mempertimbangkan pemisahan aplikasi yang terhubung langsung ke internet dari jaringan publik.

Pusat Keamanan Siber Nasional Belanda bahkan menonaktifkan situs webnya untuk sementara. Sementara itu, Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris meminta organisasi di negara tersebut segera memperbarui sistem mereka.

Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko eksploitasi celah keamanan sebelum seluruh sistem yang terdampak mendapatkan perbaikan. Pengguna dan pengelola situs web didorong segera memasang patch yang tersedia serta mengikuti arahan keamanan dari pengembang dan otoritas terkait.

Editor: Dhimas Ginanjar
Sumber: Kyodo News
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore