
Ilustrasi Muse (Istimewa)
JawaPos.com - Meta menonaktifkan sementara fitur berbagi percakapan pada platform kecerdasan buatan (AI) agen bernama Muse setelah peneliti keamanan menemukan celah privasi. Melalui celah tersebut, ribuan tautan percakapan yang dibagikan pengguna berpotensi ditemukan dan diakses oleh pihak lain.
Seperti dilansir dari Engadget, temuan ini diungkap firma keamanan Claroc setelah menelusuri tautan percakapan Muse menggunakan metode pencarian DNS pasif (passive DNS).
Dari penyelidikan tersebut, para peneliti berhasil mengidentifikasi sekitar 6.800 tautan percakapan yang memuat informasi pribadi maupun dokumen internal perusahaan.
Masalah ini berkaitan dengan mekanisme pembuatan tautan berbagi di Muse. Setiap URL menggunakan nama domain yang sama, sedangkan judul percakapan dicantumkan pada bagian subdomain. Struktur tersebut membuat tautan dapat ditemukan melalui catatan DNS publik.
DNS pasif merupakan metode untuk mengumpulkan catatan penerjemahan nama domain menjadi alamat IP. Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk menelusuri aktivitas domain yang tercatat sebelumnya. Dalam kasus Muse, mekanisme ini memungkinkan peneliti menemukan tautan percakapan tanpa harus mendapatkannya langsung dari pengguna.
"Muse menamai alamat web untuk setiap percakapan yang dibagikan berdasarkan judul percakapan itu sendiri, dan alamat tersebut tercatat dalam DNS publik," jelas Claroc dalam unggahan blognya.
Claroc menambahkan, satu pencarian DNS pasif dapat memunculkan ribuan tautan yang terdaftar berdasarkan namanya, menyerupai sebuah daftar isi.
Dari ribuan tautan yang ditemukan, peneliti mendapati berbagai informasi sensitif dari penggunaan Muse untuk kebutuhan pribadi maupun bisnis. Informasi tersebut mencakup jadwal pertemuan dengan laboratorium AI terkemuka, pengajuan pinjaman usaha kecil, hingga peringatan penipuan bank yang memuat sebagian detail rekening.
Selain itu, sejumlah tautan juga mengarah pada kalender libur perusahaan dan berbagai dokumen internal lainnya. Temuan tersebut menunjukkan bahwa percakapan yang dibagikan melalui fitur tersebut berpotensi memuat informasi yang seharusnya tidak diketahui publik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022