Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Oktober 2026 | 23.56 WIB

OpenAI Terapkan Watermark pada Teks AI di Uni Eropa, Memenuhi Aturan EU AI Act

Sam Altman, CEO OpenAI, dalam sebuah acara di San Francisco (The Guardian) - Image

Sam Altman, CEO OpenAI, dalam sebuah acara di San Francisco (The Guardian)

JawaPos.com - OpenAI mulai menerapkan tanda air (watermark) tak kasatmata pada teks yang dihasilkan ChatGPT dan Codex di wilayah Uni Eropa. Langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi aturan transparansi dalam Undang-Undang Kecerdasan Buatan Uni Eropa atau EU AI Act.

Seperti dilansir dari TechCrunch, aturan yang mulai berlaku pada 2 Agustus itu mewajibkan perusahaan AI menandai konten yang dibuat kecerdasan buatan dengan cara yang dapat dikenali oleh sistem lain. OpenAI menyatakan penerapan watermark untuk pengguna ChatGPT dan Codex yang memenuhi syarat akan dilakukan secara bertahap dalam beberapa minggu mendatang.

Fitur tersebut berlaku untuk seluruh paket layanan di Uni Eropa. Sementara itu, pengembang yang menggunakan API OpenAI di luar wilayah tersebut juga dapat mengaktifkan watermark untuk model tertentu mulai sekarang. Namun, fitur itu tidak aktif secara default.

OpenAI menegaskan belum menjadikan watermark teks sebagai pengaturan standar secara global pada tahap awal peluncuran.

Berbeda dari watermark berupa logo atau tulisan yang terlihat, teknologi ini bekerja dengan memengaruhi pilihan kata model secara halus. Perubahan tersebut menghasilkan pola tertentu yang tidak terlihat oleh pembaca, tetapi dapat dikenali oleh sistem pendeteksi.

Karena pola tersebut melekat pada teks, watermark tetap terbawa ketika tulisan disalin dan ditempel. OpenAI juga menyebut teknologi tersebut tidak dirancang untuk mengidentifikasi pengguna dan sejauh ini tidak ditemukan perubahan signifikan terhadap kinerja model ketika fitur diaktifkan.

Bersamaan dengan pengumuman itu, OpenAI menerbitkan laporan teknis mengenai metode yang disebut textGrain. Penelitian tersebut disusun bersama peneliti dari University of Pennsylvania dan Yale.

Metode tersebut menggunakan kunci rahasia untuk mengatur prediksi kata berikutnya ketika model menyusun sebuah kalimat. Dengan menggabungkan ratusan penyesuaian kecil, sistem pendeteksi dapat mencari pola tertentu untuk mengidentifikasi teks yang dibuat AI hanya berdasarkan teks dan kunci yang digunakan.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore