
Plus juga membawa teknologi Vehicle-to-Load (V2L). (Dony/JawaPos.com)
JawaPos.com - Transformasi DFSK di Indonesia tidak hanya terlihat dari kehadiran kendaraan elektrifikasi seperti DFSK E5 Plus.
Di balik produk barunya, DFSK juga mengandalkan proses manufaktur berbasis teknologi otomasi sebagai bagian dari upaya membangun standar produksi yang lebih modern.
Hal tersebut menjadi salah satu point dalam E5 Plus Indonesia Media Journey yang berlangsung pada 21–24 September 2026.
Perjalanan dari Jakarta menuju Surabaya hingga Bali memang menjadi ajang untuk merasakan langsung kemampuan E5 Plus.
Selain itu agenda ini juga memperlihatkan bagaimana DFSK membangun ekosistem produknya dari sisi teknologi dan manufaktur.
PT Sokonindo Automobile, Agen Pemegang Merek DFSK di Indonesia, membawa E5 Plus sebagai salah satu model yang merepresentasikan arah baru perusahaan.
COO PT Sokonindo Automobile Franz Wang mengatakan pengalaman langsung menjadi bagian penting dalam memperkenalkan E5 Plus kepada masyarakat.
“Kami tidak ingin rekan-rekan media dan KOL hanya mengenal E5 Plus melalui presentasi, spesifikasi, atau siaran pers. Melalui Media Journey ini, kami ingin memberikan pengalaman langsung mengenai bagaimana E5 Plus bekerja dan memberikan pengalaman berkendara dalam kondisi nyata,” ujar Franz.
Manufaktur 4.0 Jadi Fondasi Produksi
Di balik pengembangan produk, DFSK mengandalkan fasilitas manufaktur di Cikande, Serang, Banten.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022